Temu Pengurus Orang Muda Katolik Se-Keuskupan Ketapang, Franciscus Sibarani: Orang Muda Katolik Harapan Baru Gereja di Tengah Arus Perubahan Zaman

KETAPANG, ZONAKALBAR.COM – Kegiatan Temu Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Paroki se-Keuskupan Ketapang berlangsung penuh semangat dan hidup , menghadirkan ruang perjumpaan, pembelajaran, sekaligus refleksi bersama bagi para pengurus OMK dari berbagai paroki. Dalam kegiatan ini, Franciscus Sibarani Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat 1 diwakili oleh tenaga ahlinya, Monica, yang memberikan materi melalui pendekatan kreatif berupa dinamika kelompok edukatif dan refleksi terpimpin yang mendorong partisipasi aktif para peserta.

Pendekatan ini tidak hanya membangun suasana yang hidup dan interaktif, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kerja sama, serta kesadaran akan pentingnya membangun visi bersama dalam kehidupan menggereja. Para peserta diajak untuk mengalami secara langsung dinamika organisasi—bagaimana mengambil keputusan, mengelola perbedaan, hingga memahami bahwa keberhasilan sejati tidak bertumpu pada capaian individu, melainkan pada kekuatan kolektif.

Melalui kegiatan ini, Franciscus Sibarani menegaskan bahwa Orang Muda Katolik memiliki posisi strategis sebagai wajah sekaligus harapan baru Gereja di tengah dunia yang terus bergerak dan berubah dengan cepat.

“OMK bukan hanya pelengkap dalam kehidupan menggereja, tetapi adalah motor penggerak masa depan Gereja. Di tengah perubahan zaman yang begitu dinamis, OMK harus mampu hadir dengan semangat kolaborasi, keberanian mengambil peran, serta kesiapan untuk melayani. Gereja membutuhkan generasi muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kedalaman nilai, kemampuan bekerja sama, dan visi yang sama untuk kebaikan bersama,” ujar Sibarani.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi OMK saat ini bukan sekadar keterbatasan sumber daya, melainkan kemampuan untuk menyatukan arah dan membangun solidaritas di tengah keberagaman latar belakang dan kepentingan.

“Gereja hari ini membutuhkan OMK yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi mampu bergerak sebagai satu tubuh. Ketika semangat kolaborasi dibangun, maka OMK akan menjadi kekuatan besar yang tidak hanya menghidupi Gereja, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi OMK se-Keuskupan Ketapang untuk memperkuat sinergi lintas paroki, menumbuhkan kepemimpinan yang inklusif dan berakar pada nilai pelayanan, serta menghadirkan Gereja yang semakin relevan, kontekstual, dan berdampak di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP