Bacaan Doa Menyambut Bulan Ramadhan 2023 Bahasa Indonesia Arab dan Artinya

ZONAKALBAR.COM – Ada baiknya bacaan doa menyambut Bulan Ramadhan 2023 Bahasa Indonesia Arab dan Artinya diketahui. Hal ini untuk menyempurnakan amalan yang akan dikerjakan umat muslim.

Ada sejumlah doa dari berbagai riwayat yang dapat dibaca umat muslim untuk menyambut bulan yang mulia ini.

Berdasarkan kalender Islam tahun 1444 H yang disusun oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, di tahun 2023 ini awal bulan Ramadhan bertepatan dengan tanggal 23 Maret.

Mengutip dari laman NU Online, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat karena di dalamnya terdapat berbagai kemuliaan. Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk dan peta jalan hidup bagi manusia.

Di awal bulan Ramadhan Umat muslim dianjurkan membaca doa agar diberi keselamatan selama Ramadhan.

Baca juga: Kapan Jadwal Puasa Ramadhan 2023? Versi Muhammadiyah dan NU dan Pemerintah, Kenapa Ada Perbedaan?

Inilah kumpulan bacaan doa menyambut bulan Ramadhan sebagaimana yang dihimpun  dari laman NU Online:

Doa Menyambut Bulan Ramadhan 1

Salah satu doa menyambut bulan Ramadhan yang bisa dibaca umat muslim terdapat dalam riwayat Sayyidina ‘Ubadah bin al-Shamith (34 H). Dalam hadits tersebut Rasulullah mengajarkan doa atau kalimat yang dibaca saat Ramadhan datang.

Berikut riwayatnya (sanadnya hasan):

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه, قال: كان رسول الله صلي الله عليه وسلم يعلمنا هؤلاء الكلمات إذا جاء رمضان أن يقول أحدنا: أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

“Dari ‘Ubadah bin al-Shamith radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami bacaan berikut ini untuk dibaca oleh salah satu dari kami saat Ramadhan datang:

“Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan”

Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah [amal-amal] ku [di bulan] Ramadhan.” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, Kairo: Dar al-Hadits, 2007, hlm. 311)

Doa yang sama juga disebutkan Imam ath-Thabrani dengan periwayat dan redaksi sedikit berbeda. Diriwayatkan oleh Imam Makhul al-Syami (w. 112 H) bahwa ia membaca doa ini saat memasuki bulan Ramadhan:

أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

“Allahumma salimnî li ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan”

Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat] kepada [bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku (juga) dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan).” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, 2007, hlm. 312)

Baca juga: Puan Minta Kader PDI Perjuangan Kalbar Jaga Soliditas

Doa Menyambut Bulan Ramadhan 2

Doa menyambut bulan Ramadhan selanjutnya berasal dari Imam Abdul ‘Aziz bin Abi Rawad (w. 159 H). Dia adalah seorang ahli hadits, ahli ibadah, dan imam Masjid Al-Haram.

Imam Abdullah bin Mubarak memandangnya sebagai “a’badinnâs” (orang yang paling luar biasa ibadahnya di antara manusia). Dia juga merupakan murid langsung dari Sayyidina Salim bin Abdullah bin Umar (w. 106 H), Imam Nafi’ (w. 117 H), dan lain sebagainya.

Berikut riwayat doa yang berasal dari Imam Abdul ‘Aziz bin Abi Rawad (sanadnya hasan):

عن عبد العزيز بن أبي رواد قال: كان المسلمون يدعون عند حضرة شهر رمضان:

اللّٰهمَّ أَظَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي وَسَلِّمْنِي فِيهِ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، اللهمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا واحْتِسَابًا، وَارْزُقَنِي فِيْهِ الْجَدَّ وَالْإِجْتِهَادَ والقُوَّةَ والنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ السّآمَةِ وَالفَتْرَةِ وَالكَسَلِ والنُّعَاسِ, وَوَفِّقْنِي فيه لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاجْعَلهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Dari Abdul Aziz bin Abi Rawad, ia berkata: “(Kaum) muslimin berdoa saat bulan Ramadhan hadir:

“Allahumma adhalla syahru ramadhâna wa hadlara, fa sallimhu lî wa sallimnî fîhi wa tasallamhu minnî. Allahummarzuqnî shiyâmahu wa qiyâmahu shabran wahtisâban, warzuqnî fîhil jadda wal ijtihâda wal quwwata wan nasyâtha, wa a’idznî fîhi minassâmati wal fatrati wal kasali wan na’âsi, wawaffiqnî fîhi li lailatil qadri waj’alhâ khairan min alfi syahrin.”

Artinya: “Ya Allah, bulan Ramadhan sudah membayangi dan datang. Maka, sampaikanlah [bulan] Ramadhan kepadaku, dan sampaikanlah aku [dengan selamat] ke dalamnya, dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan. Ya Allah, karuniailah aku kesabaran dan [niat tulus] mengharap [pahala dan ridha-Mu] atas puasa [Ramadhan]ku dan [qiyamul lail]ku. [Ya Allah], karuniailah aku dalam [bulan] Ramadhan kesungguhan hati, ketekunan, kekuatan, dan vitalitas. [Ya Allah], lindungilah aku dalam [bulan] Ramadhan dari kebosanan, lemah lesu, kemalasan, dan lemas/[banyaknya kantuk]. [Ya Allah], sukseskanlah aku dalam [mendapatkan] lailatul qadar di [bulan] Ramadhan [ini], dan jadikanlah [pahala atau kebaikan]nya [lebih] baik dari seribu bulan.” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, 2007, hlm. 312)

Baca juga: Puan Minta Kader PDI Perjuangan Kalbar Jaga Soliditas

Doa Menyambut Bulan Ramadhan 3

Doa menyambut bulan Ramadhan berikutnya diriwayatkan Imam Abu ‘Utsman an-Nahdi (w. +91-100 H). Dia adalah seorang tabi’in dan ahli hadits dari Basrah.

Dia meriwayatkan hadits dari Sayyidina Umar bin al-Khattab, Sayyidina Ali bin Abu Thalib, Sayyidina Abdullah bin Mas’ud dan banyak sahabat lainnya (Jamaluddin Abi al-Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’i al-Rijâl, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1992, juz 17, hlm. 425-426).

Berikut riwayatnya (sanadnya hasan):

عن أبي عثمان النهدي قال: قالت عائشة رضي الله عنها: لما حضر رمضان قلت: يا رسول الله, قد حضر رمضان فما أقول؟ قال: قولي: اللهمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

“Dari Abu ‘Utsman an-Nahdi, ia berkata: “(Sayyidah) ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Ketika Ramadhan datang, aku berkata: “Ya Rasulullah, sungguh Ramadhan telah tiba, maka apa (yang harus) kuucapkan?” Rasulullah berkata: “Ucapkanlah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan, mencintai “maaf”, maka maafkanlah diriku.” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, 2007, hlm. 312)

Baca juga: Puan Maharani Sarapan Mie Ayam dan Lontong Sayur di Jalan Hijas Pontianak

Doa Menyambut Bulan Ramadhan 4

Doa menyambut bulan Ramadhan selanjutnya merupakan permohonan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, yaitu:

هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ )مرتين(، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ )ثَلاث مرات(، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Bacaan latin: Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.

Artinya: “Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini,” (HR Abu Dawud).

Baca juga: Puan Maharani Sarapan Mie Ayam dan Lontong Sayur di Jalan Hijas Pontianak

Doa Menyambut Bulan Ramadhan 5

Kemudian ada juga redaksi lain doa menyambut bulan Ramadhan. Doa ini dibaca Rasulullah ketika melihat hilal atau masuknya bulan Ramadhan.

Doa ini dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar al-Haitami Ithafu Ahlil Islam bi Khushushiyyatish Shiyam (109).

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ

Bacaan latin: Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a’ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.

Artinya: “Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang maha agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”

Doa Menyambut Bulan Ramadhan 6

Doa menyambut bulan Ramadhan juga disebutkan Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab. Doa ini disunnahkan untuk dibaca ketika melihat hilal atau mengetahui tanda awal Ramadhan.

Adapun doanya, yaitu:

يستحب أن يدعو عند رؤية الهلال بما رواه طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا رأى الهلال قال اللهم أهله علينا باليمن والإيمان والسلامة والإسلام ربي وربك الله

Bacaan latin: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmani was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh

Artinya: “Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”

Doa dibaca ketika melihat hilal. Sebagaimana dikisahkan Thalhah Ibn ‘Ubaidillah bahwa saat Nabi SAW membaca doa di atas ketika melihat hilal pertanda masuknya bulan amadhan.

Itulah Bacaan Doa Menyambut Bulan Ramadhan 2023 Bahasa Indonesia Arab dan Artinya.**

 


Eksplorasi konten lain dari ZONA KALBAR

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan Balasan