Merawat Kebhinekaan dari Kalimantan Barat, Franciscus Sibarani: Pancasila Tetap Relevan sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Baca juga:Buka Akses Kuliah Langsung Kerja, Tim Franciscus Sibarani Masuk Pedesaan Kalbar

Menurut Sibarani, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang tercantum dalam konstitusi, melainkan nilai-nilai luhur yang harus terus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi, arus informasi yang semakin cepat, polarisasi sosial, hingga tantangan ekonomi global, Pancasila tetap menjadi fondasi yang menjaga persatuan dan arah perjalanan bangsa Indonesia.

“Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menyatukan berbagai suku, agama, budaya, dan golongan dalam satu identitas sebagai bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan zaman, nilai-nilai Pancasila justru semakin relevan untuk menjadi pegangan kita bersama,” ujar Sibarani.

Ia menilai tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya bersifat ekonomi dan politik, tetapi juga menyangkut lunturnya nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan rasa saling menghormati yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Karena itu, menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam merawat persatuan nasional serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Baca juga:Dialog dengan Komunitas Wanita Dayak Pesaguan, Tim Legislator DPR RI Franciscus Sibarani Tawarkan Program Kuliah Langsung Kerja

“Kita tidak boleh hanya menghafal Pancasila, tetapi harus mengamalkannya. Semangat gotong royong, keadilan sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan rasa cinta tanah air harus hadir dalam setiap tindakan kita sebagai warga negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sibarani juga menyoroti posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah yang merepresentasikan wajah Indonesia yang majemuk. Dengan keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang hidup berdampingan, Kalimantan Barat dinilai menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Keragaman yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekayaan yang sangat berharga. Masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa dan berbagai kelompok lainnya telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa secara bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga:DPR Bahas RUU Desain Industri, Golkar Tekankan Perlindungan UMKM, IKM, dan Desainer Lokal

Sibarani menegaskan bahwa semangat kebhinekaan yang tumbuh di Kalimantan Barat harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, harmoni sosial yang terjaga di tengah keberagaman merupakan modal penting bagi pembangunan daerah maupun kemajuan Indonesia di masa depan.

“Dari Kalimantan Barat, kita belajar bahwa persaudaraan dapat tumbuh di tengah perbedaan. Nilai inilah yang menjadi roh Pancasila dan harus terus kita jaga. Masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita merawat persatuan dalam keberagaman,” tegasnya.

Menutup refleksinya, Sibarani mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman.

“Pancasila adalah rumah bersama seluruh rakyat Indonesia. Selama nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam hati dan tindakan kita, saya yakin Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan melangkah menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.