JAKARTA, ZONAKALBAR.COM – Wakil Ketua Majelis Pakar Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian bersejarah yang diukir Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) dalam peringatan Milad ke-48.
MDI sukses mencatatkan sejarah baru dengan membawa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional masuk ke dalam rekor dunia Guinness Book of World Records. Pencapaian monumental ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum PP MDI, KH. Choirul Anam, dalam acara syukuran, istighosah, dan santunan anak yatim yang digelar di Masjid Syajarotun Thoyyibah, DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu 24 Mei 2026.
Baca juga:FKUB Kalbar Berhasil Raih Penghargaan Harmony Awards 2025
Franciscus Sibarani menegaskan bahwa agenda nasional ini bukan sekadar perlombaan keagamaan biasa, melainkan sebuah terobosan nyata dalam menyediakan ruang inklusif yang setara bagi para penyandang disabilitas di Indonesia untuk menyalurkan bakat dan menuai prestasi di tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pengurus MDI, khususnya Ketum KH. Choirul Anam, yang berhasil membawa syiar Islam inklusif ini diakui dunia melalui Guinness World Record. Kegiatan MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas Nasional ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencintai Al-Quran dan mengukir prestasi yang membanggakan,” ujar Franciscus Sibarani.
Pria yang akrab disapa Sibarani ini menambahkan, antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh 301 peserta dari berbagai daerah membuktikan bahwa ruang-ruang inklusif seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan, momen para peserta disabilitas rungu dan wicara yang melantunkan ayat suci Al-Quran melalui bahasa isyarat menjadi bukti bahwa dakwah Islam yang digelorakan MDI bersifat memuliakan seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
Kebanggaan bagi Daerah Pemilihan Kalimantan Barat
Di tengah kemeriahan acara tersebut, kebahagiaan tersendiri dirasakan oleh Franciscus Sibarani yang juga merupakan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kelolosan empat putra-putri terbaik penyandang disabilitas asal Kalimantan Barat yang berhasil menembus babak Grand Final dalam ajang bergengsi ini.
“Sebagai wakil rakyat dari Kalimantan Barat, saya sangat bangga mendengar kabar bahwa empat putra-putri asal Kalbar berhasil menjadi grand finalis dalam kompetisi tingkat nasional yang memecahkan rekor dunia ini. Ini adalah bukti konkret bahwa talenta-talenta luar biasa dari daerah, khususnya para penyandang disabilitas, mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional jika diberikan kesempatan dan ruang yang sama,” ungkap Sibarani dengan penuh haru.
Sibarani menegaskan, pencapaian ini harus menjadi pelecut semangat bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat untuk terus memberikan perhatian, pembinaan, serta ruang kreasi yang seluas-luasnya bagi kelompok disabilitas.
Baca juga:Buka Akses Kuliah Langsung Kerja, Tim Franciscus Sibarani Masuk Pedesaan Kalbar
Wujud Nyata Politik Inklusif Partai Golkar
Lebih lanjut, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa dukungan penuh MDI dan Partai Golkar terhadap penyandang disabilitas merupakan cerminan dari komitmen politik kekaryaan yang bebas dari diskriminasi. Golkar, menurut Sibarani, selalu memandang setiap warga negara memiliki hak dan potensi yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa dan agama.
“Penyelenggaraan acara ini di lingkungan DPP Partai Golkar menegaskan positioning partai kami yang inklusif. Partai Golkar hadir untuk mendukung seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Kami berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan dan program yang memberikan perlindungan, kesetaraan hak, serta panggung kehormatan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegas Sibarani.
Penyelenggaraan MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional tahun 2026 ini dijadwalkan akan memasuki babak Grand Final pada 18–19 Juni 2026 mendatang yang bertempat di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah. Sibarani pun memastikan dirinya akan memberikan dukungan penuh agar perwakilan dari Kalimantan Barat dapat tampil maksimal di babak final nanti.
“Melalui momentum Milad ke-48 MDI ini, mari kita gaungkan pesan ke dunia bahwa dari Indonesia lahir dakwah yang merangkul kesetaraan, penuh kemuliaan, dan ramah terhadap disabilitas,” pungkasnya.

