Waktu Hubungan Intim yang Dianjurkan dalam Islam, dan Kapan Bersenggama Dilarang ?

Zona Perempuan – Sebagai umat yang berkeyakinan islam, harus tahu kapan waktu hubungan Intim yang dianjurkan untuk suami istri.

Tak hanya waktu yang dianjurkan, tapi kalian juga harus tahu kapan melakukan hubungan intim yang terlarang.

Seperti yang disampaikan oleh Sayyid Athar Husayn dalam situs Al Islam, bahwa Islam sudah mengatur kapan umatnya disunatkan, kapan dimakruhkan, dan kapan dilarang melakukan hubungan intim.

Baca Juga: Untuk Masyarakat, Rakerda PDIP Kalbar Bakal Bahas Isu Daerah
Harus diketahui bahwa Islam melarang hubungan seksual saat istri haid.

Waktu Hubungan Intim yang Dianjurkan dalam Islam, dan Kapan Bersenggama Dilarang ?
Ilustrasi/freepik

Bahkan dalam Al-Qur’an menyebutkan: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid adalah suatu kotoran. Maka, jauhilah para istri dari melakukan hubungan intim, dan jangan dekati mereka (untuk bercinta) hingga mereka suci.

“Setelah mereka membersihkan diri, campurilah mereka seperti yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertobat dan yang menyucikan diri,” (Surat al-Baqarah, 2:222).

Kemudian menurut syariat, durasi periode bulanan adalah antara tiga sampai sepuluh hari.

Nah, bila perdarahannya kurang dari tiga hari, itu bukan menstruasi; jika lebih dari sepuluh hari, maka itu adalah menstruasi untuk jumlah hari yang teratur.

Baca Juga: Sinyal Capres 2024, Surya Paloh peluk Puan Maharani, Puan Masuk Radar Nasdem!

Kalian juga mesti tahu, bahwa larangan berhubungan seks selama periode itu dibatasi secara ketat pada hubungan seksual; kontak intim lainnya diperbolehkan kecuali vagina dan anus. Tapi, juga lebih baik tak bermain dengan tubuhnya di antara pusar dan lutut.

Baca Juga: Bocoran Spoiler One Piece 1058 Reddit

Bila tidak sengaja, terlanjur, lalu si suami yang melakukan persetubuhan dengan istrinya kemudian mengetahuinya istri telah datang bulan, maka dia mesti segera menarik diri darinya.

Disebutkan juga bahwa (“…sampai darah berhenti.”) bahwa setelah darah berhenti, hubungan seksual menjadi halal.

Maka dari itu, lebih baik menahan diri dari hubungan seksual sampai dia melakukan mandi atau setelah mencuci auratnya.

Tak hanya diwaktu haid, hubungan seksual juga tak diperbolehkan selama nifas atau maksimal 10 hari.

Juga di siang hari di bulan Ramadhan, dan ketika seseorang dalam ihram selama haji ke Mekah.

Waktu-waktu hubungan intim makruh yang diamkruhkan:

Baca Juga: Sinopsis Drakor Big Mouth Episode 9 Sub Indo

Pertama bila afa kejadian alam yang menakutkan, misalnya, gerhana, angin topan, gempa bumi;

Kemudian Dari matahari terbenam sampai maghrib;

Lalu, dari fajar hingga matahari terbit;

Berikutnya, Tiga malam terakhir bulan lunar (komariah);

Lalu, pada malam tanggal 15 setiap bulan lunar;

Malam Zil-hijjah ke-10;

Setelah menjadi junub.

Baca Juga:

Hari dan waktu yang dianjurkan

Selain itu, ada hadits yang mengatakan bahwa lebih baik melakukan hubungan intim pada waktu-waktu ini:

Minggu malam;

Senin malam;

Rabu malam;

Kamis siang;

Kamis malam;

Jumat malam;

 

Tinggalkan Balasan