Kunjungan Kerja ke Australia, Presiden Jokowi Ajak Pimpinan Perusahaan Terkemuka Bangun Kerjasama Ekonomi dan Investasi di Indonesia

 

ZONA KALBAR – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sydney Australia, pada Senin, (3/7/2023).

Kunjungan kerja presiden Jokowi ke Sydney Australia kali untuk menghadiri agenda Annual Leaders’ Meeting (ALM) yakni pertemuan pimpinan negara dan pimpinan perusahaan terkemuka kedua negara dalam rangka penguatan kerjasama ekonomi Indonesia dan Australia.

Hal itu diungkap Presiden Joko Widodo saat menggelar pertemuan ALM bersama Perdana Mentri Australia Anthony Albanese di Taronga Center, Sydney. Selasa, (4/7/2023).

“Pertemuan Annual Leaders’ Meeting (ALM) berlangsung siang ini di Taronga Center, Sydney. Sejak ALM tahun lalu di Bogor, kerja sama antara Indonesia dan Australia telah berkembang baik Sekarang, sejumlah hal menjadi prioritas untuk dilakukan kedua negara, di antaranya adalah menjadikan hubungan ekonomi menjadi lebih substantif dan strategis”. Ungkap Presiden Joko Widodo dalam postingan akun media sosial pribadinya.

Dalam pertemuan kedua pimpinan negara tersebut. Presiden Jokowi berkata sejak diberlakukannya perjanjian kerjasama Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), volume perdagangan Indonesia Australia terus meningkat.

“Sejak diberlakukannya perjanjian Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), volume perdagangan telah naik menjadi 90 persen. Ini akan terus dioptimalkan melalui kerja sama mutual recognition agreement produk perikanan, karantina dan inspeksi buah-buahan, serta peningkatan kapasitas UMKM.” Terangnya.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan agar kerjasama Indonesia dan Australia ini dikembangkan untuk mendorong pembangunan yang berorentasi kepada pengurangan emisi karbon dan mengajak sektor swasta di negri kangguru tersebut untuk berinvestasi di pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Terkait pengurangan emisi karbon, saya terus mendorong kerja sama dalam pembangunan carbon capture and storage serta smelter orientasi energi hijau di Indonesia dan selanjutnya terkait pembangunan ibu kota nusantara, Indonesia mendorong sektor swasta Australia dan National Capital Authority Australia untuk bekerjasama dengan Otoritas IKN”. Jelasnya.

Selain menghadiri agenda pertemuan ALM bersama Perdana Mentri Australia, Presiden Jokowi juga menghadiri sejumlah agenda pertemuan bersama sejumlah pejabat dan Pimpinan CEO perusahaan terkemuka di Australia.

Diantaranya pertemuan itu digelar bersama sejumlah pimpinan CEO perusahaan terkemuka di Hotel Shangri-La, Sydney. Pada Selasa, (4/7/2023).
“Pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan terkemuka di Australia, pagi ini di Hotel Shangri-La. Sydney”.

Dalam pertemuan Presiden bersama para Investor pimpinan CEO Perusahaan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kekayaan sumber daya alam dan stabilitas nasional yang terjaga

“Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai tujuan investasi dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga”. Ujarnya.

Presiden menawarkan agar para pimpinan CEO Perusahaan terkemuka di Australia tersebut mau menanamkan modalnya di sektor-sektor prioritas di Indonesia.

“Saya menawarkan sejumlah sektor prioritas, seperti bidang hilirisasi industri di mana Indonesia dan Australia dapat berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik. Indonesia juga memiliki potensi luar biasa dalam sektor energi hijau berupa energi baru terbarukan dari angin, air, panas bumi, biofuel, dan surya”.Tuturnya.

Tak hanya tawaran investasi sektor pembangunan eenergi hijau, presiden juga menawarkan sejumlah sektor prioritas nasional seperti pembangunan IKN dan sejumlah sektor lain yakni pendidikan, kesehatan.

“Selanjutnya, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam mulai dilakukan. Beberapa sektor di IKN terbuka lebar bagi para investor, dari sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan lainnya.

Terakhir, pada sektor pendidikan dan kesehatan, di mana penerimaan mahasiswa meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya dan hampir 2 juta orang Indonesia masih berobat ke luar negeri. Ini jadi peluang besar bagi investasi.” Terang Presiden Jokowi kepada para Investor Australia dalam postingan akun sosial media pribadinya, Selasa, (4/7/2023).

Tinggalkan Balasan