Sosialisasi 4 Pilar: Adrianus Asia Sidot, Toleransi Merawat Kebhinekaan

ZONA KALBAR, SANGGAU – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Dapil Kalbar II Adrianus Asia Sidot melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar di Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 17 Mei 2023.

Turut hadir Camat Parindu Herkulanus Heru, S.Sos, Danramil dan Kades Suka mulya. Serta Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan masyarakat Parindu.

Adrianus Asia Sidot menyampaikan sebagai anggota DPR RI dan juga sebagai anggota MPR RI mempunyai kewajiban dalam menyosialisasikan 4 Pilar Negara.

Baca juga: Pemenuhan Hak Memilih dan Dipilih Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2024

“Saya Selaku anggota DPR RI Komisi X dan Juga Sebagai anggota MPR RI mempunyai tugas dan kewajiban, yang mana salah satunya ialah sosialisasi 4 pilar.”

“Perlu kita ketahui tantangan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini baik dalam maupun luar negeri itu luar biasa, banyak hal yang berusaha merongrong Ideologi Negara Kita maka dari itu Mengapa MPR memandang penting Sosialisasi 4 Pilar, agar rasa Nasionalisme, rasa kecintaan kita terhadap Negara tidak memudar,” ucap Adrianus

Lebih lanjut Adrianus menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia terdiri dari 714 Suku dan 1001 bahasa, untuk itu saya sampaikan pentingnya Toleransi di dalam Perbedaan.

Baca juga: Rawat Kerukunan di Kalbar, Sultan Pontianak Dukung Pekan Gawai Dayak

“Kita ketahui bersama bahwa Negara Indonesia ini memiliki banyak sekali Suku dan Bahasanya. Kalau saya tidak salah ada 714 Suku dan 1001 Bahasa yang kita miliki.”

“Dari semua suku dan bahasa tersebut, semuanya memiliki ciri khas tersendiri, untuk itu dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa Negara kita begitu beragam Suku, Budaya dan Bahasanya. Dan saya ingin mengingatkan pentingnya Toleransi dalam merawat Kebhinekaan,” sambung Adrianus.

Politisi Partai Golkar tersebut juga menambahkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu sangat penting dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwasanya Kita ini Bhineka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda tapi tetap satu. Maka dari itu, mari kita tanamkan pada diri kita masing-masing untuk saling mengasihi dan menghargai agar kerukunan antar segenap elemen masyarakat tetap terjaga, karena Bangsa yang maju tidak terlepas dari Persatuan,” tutup Adrianus Asia Sidot.**

Tinggalkan Balasan