Tanda Tangani MoU Kerjasama P3SM Kalbar Dengan Universitas Panca Bhakti  Siap Lakukan Kolaborasi

PONTIANAK, ZONA KALBAR – Universitas Panca Bhakti mendapatkan kunjungan dari Bapak Erwinsyah. S.ST. MM selaku Ketua Perwakilan P3SM Kalbar beserta jajarannya. Bertempat di Gedung Convention Centre Universitas Panca Bhakti, kunjungan ini mendapatkan sambutan hangat oleh Rektor Dr. Purwanto, SH., M. Hum., FCBArb., FIIArb serta seluruh keluarga kampus kuning. Kamis (04/01/2024)

Kunjungan kerja ini dilakukan P3SM Kalbar, dalam rangka menginisiasi kerjasama yang akan dilakukan tentunya dalam bidang Pendidikan. UPB sendiri kedepannya telah mencanangkan program Pendidikan Pascasarjana, baik linear maupun multi linear. Untuk itu keduanya sepakat menandatangani MoU kerjasama,

“P3SM Kalbar tentu akan terus mendukung pembentukan program Pascasarjana UPB. Kita akan saling berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, dan siap untuk saling berkolaborasi membangun negeri,” imbuh Ketua Perwakilan P3SM Kalbar.

Berkesempatan hadir pula ketua pengurus yayasan panca bhakti, bapak Profesor Garuda Wiko SH MSi FCBArb FIIArb  disela-sela kesibukannya. Beliau sangat mengapresiasi langkah UPB dalam membentuk kerjasama dengan berbagai instansi, khususnya Pusat Pembinaan Pelatihan dan sertifikasi mandiri atau P3SM Kalbar.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan harapan agar jalinan kerjasama yang dibentuk ini, dapat membawa kemajuan bagi UPB maupun P3SM Kalbar.

Selain penandatanganan MoU, pada waktu yang sama juga telah dilakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (PKS), Perjanjian Kerjasama ini bertujuan tentang implementasi Penandatanganan Kerjasama tertuang melalui PKS Nomor : 01/P3SM-KB/I/2024 dan Nomor: 04/UPB/E.04/2023. Penandatanganan PKS dilakukan Rektor Universitas Panca Bhakti Dr. Purwanto, SH., M. Hum., FCBArb., FIIArb dan Ketua Perwakilan P3SM Kalbar Erwinsyah, S, ST, MM. Perjanjian Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi pada Universitas Panca Bhakti Pontianak.

Erwin Menyampaiakan – Kampus Merdeka, merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui pencapaian lulusan perguruan tinggi yang menguasai keilmuan yang komprehensif dan memiliki khasanah keilmuan yang lebih luas. Kebijakan ini dikeluarkan dengan mengacu kepada Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Melalui skema Hak Belajar 3 Semester di Luar Program Studi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) SKS menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) SKS menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda dan/atau pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi. Tambahnya

“Tantangan Perguruan Tinggi saat ini adalah menjawab tantangan masa depan, serta mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk lebih siap dengan kebutuhan zaman”. Tegasnya.

Erwin Menambahkan Manfaatkan Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa diberi kesempatan memperoleh pengetahuan tidak hanya dari bangku perkuliahan saja. Tapi juga dari beberapa program yang bisa dilakukan di luar kampus. Perlunya Sertifikat Kompetensi Bagi Mahasiswa

Umumnya, mahasiswa lulus hanya dapat ijazah dan transkrip nilai. Padahal seharusnya mahasiswa juga mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). SKPI yang paling cocok untuk masuk dunia kerja adalah sertifikat kompetensi. Bukan sembarang sertifikat, ini adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi kompetensi kerja merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan. Dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

“Tak cuma dapat ijazah, dengan adanya Lembaga Sertifkasi Profesi Astekindo Konstruksi Mandiri (TUK P3SM KALIMANTAN BARAT), mahasiswa bisa mendapatkan sertifikat kompetensi yang terlisensi BNSP. Dengan adanya sertifikat kompetensi, mahasiswa bisa lebih siap masuk dunia kerja”. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan