Eronis! Angka Putus Sekolah di Landak Bertambah, Masalah Ekonomi hingga Pilih Kerja Sejak Dini

ZONAKALBARCOM, LANDAK – Angka putus sekolah di Kabupaten Landak menjadi perhatian serius. Dalam dua tahun terakhir, tercatat 109 siswa SD dan SMP terpaksa berhenti sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, Samsul Bahri, mengungkapkan data tersebut. Pada tahun 2023, tercatat 32 siswa SD dan 35 siswa SMP tidak melanjutkan pendidikan. Sementara pada tahun 2024, jumlah anak putus sekolah kembali bertambah, dengan 18 siswa SD dan 24 siswa SMP ikut berhenti sekolah.

BACA JUGA: LKP3A Fatayat NU Landak Gelar Edukasi Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pelajar

“Untuk tahun 2025 belum bisa dipastikan, karena tahun ajaran masih berjalan. Datanya masih kami finalkan,” kata Samsul, Kamis (30/10/2025).

Menurut Samsul, alasan utama anak-anak berhenti sekolah adalah masalah ekonomi, jarak sekolah yang jauh, dan pilihan untuk bekerja lebih dulu. “Banyak yang lebih tertarik bekerja. Ada juga yang tidak naik kelas lalu memutuskan berhenti,” ujarnya.

BACA JUGA: Kasus Peredaran Narkoba di Kabupaten Landak Merat Hampir Semua Kecamatan

Kondisi ini berdampak langsung pada Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM), dan Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Landak, yang semuanya mengalami penurunan.

Namun, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai kebijakan telah disiapkan untuk meminimalisir kasus anak putus sekolah. Upaya tersebut meliputi pembangunan SMP di daerah tanpa sekolah menengah, serta pendirian SD mini di pedesaan agar anak-anak tidak perlu berjalan jauh untuk menempuh pendidikan.

BACA JUGA: Ketua Kopdes Sungai Segak Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Kabid Dinas Kumindag Kabupaten Landak

“Selain pembangunan fisik, kami juga melakukan pendekatan kepada orang tua. Kami ingin mereka terus mendorong anaknya bersekolah,” pungkas Samsul.*

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP