Ketua DWP Kalbar Sebut Perundungan Akibat Kondisi Mental

ZONA KALBAR COM, PONTIANAK – Perundungan atau bullying masih menjadi masalah serius yang terjadi di lingkungan sekolah maupun kampus di Kalimantan Barat. Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat (DWP Kalbar), Windy Prihastari, menyoroti bahwa salah satu pemicu utama maraknya kasus perundungan adalah kondisi mental yang tidak sehat pada para pelaku maupun korban.

Baca juga: jadwal lengkap Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Dalam sambutannya pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya pada Jumat, 28 November 2025, Windy menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini, terutama dimulai dari lingkungan keluarga. Anak-anak perlu diajarkan untuk hidup berdampingan secara harmonis, menghormati sesama, serta menolak perilaku bullying. Lebih jauh lagi, mereka juga harus dibimbing agar tidak lari pada hal-hal negatif saat menghadapi masalah.

Baca juga: FKUB Kalbar Berhasil Raih Penghargaan Harmony Awards 2025

Peran Orang Tua dan Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Mental

Windy menegaskan, “Ini tugas kita bersama sebagai orang tua.” Keluarga menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental anak. Dengan memberi perhatian tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga mental, keluarga dapat mencegah terjadinya perilaku perundungan yang merugikan banyak pihak.

Bonus Demografi dan Persiapan Generasi Emas 2045

Selain fokus pada isu bullying dan kesehatan mental, Windy juga mengajak seluruh anggota DWP dan masyarakat Kalbar untuk berperan aktif dalam mempersiapkan bonus demografi Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Bonus demografi merupakan peluang besar, di mana jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) jauh lebih banyak dibanding usia non-produktif.

Baca juga: Franciscus Sibarani Soroti Mendesaknya Perbaikan Fasilitas Kesehatan dan Air Bersih di Lapas dan Rutan Kalbar

“Jika dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja, kondisi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat,” ujar Windy.

Sebagai organisasi yang beranggotakan para istri Aparatur Sipil Negara, DWP diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul di Kalimantan Barat. Peran strategis ini mencakup berbagai bidang yang dapat membantu menyiapkan generasi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Mensejahterakan Keluarga Sebagai Pilar Utama

Windy menegaskan bahwa pembentukan generasi emas harus dimulai dari keluarga. Tumbuh kembang anak yang sehat secara mental dan fisik adalah fondasi utama. Dalam hymne Dharma Wanita sendiri sudah tercermin semangat untuk mensejahterakan keluarga dalam aspek sosial, budaya, dan ekonomi.

Baca juga: BEM UNU Kalbar Periode 2025-2026 Resmi dilantik

“Sebisa mungkin kita membuat para suami nyaman dan memberikan yang terbaik bagi keluarga,” tambahnya. Dengan demikian, peran DWP tidak hanya terbatas pada organisasi sosial, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam membangun kualitas hidup masyarakat.

Melalui perhatian pada kesehatan mental dan pendidikan karakter di keluarga, serta kesiapan menghadapi bonus demografi, Kalimantan Barat dapat melangkah mantap menuju masa depan yang lebih cerah. Kasus perundungan menjadi salah satu sinyal penting yang mengingatkan kita semua akan pentingnya membangun fondasi mental yang kuat sejak dini demi terciptanya Generasi Emas 2045.

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP