Peringati HUT RI Ke-80: Pkc PMII Kalbar Gelar Ngaji Kebangsaan dan Do’a Bersama

PMII

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat menggelar Ngaji Kebangsaan dan Do’a bersama dalam rangka Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Rayakan Kemerdekaan dalam Perbedaan demi Mencapai Kemajuan”, Sabtu (23/8/2025).

Baca juga:Satgas Halal Bahas Fasilitasi Sertifikat Halal Bersama Diaperindag ESDM Kalbar

Baca juga:PKC PMII Kalbar Kecam Intoleransi Penolakan Gereja di Kubu Raya

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh anggota mabinda PKC PMII KALIMANTAN BARAT, serta lima pemateri yaitu H. Suib S.E., M.Sos selaku Anggota DPRD Provinsi KALBAR dan sebagai ketua PW IKA PMII KALBAR, Dr. Zulkifli, S.Ag MA selaku Akademisi, Dr. Usman, M.Pd.I selaku pengasuh pondok pesantren Pondok Pesantren Modern As Sajdah Makkiyah, Sutadi, S.H selaku ketua MATAKIN Kalbar.

Ketua Bidang (Kabid) Keagamaan dan Hubungan Umat Beragama PKC PMII Kalbar, Muhammad Haiyun, memberikan sambutan dengan menyampaikan bahwa akan melakukan kegiatan seperti ini di Pengurus Cabang (PC) PMII se-Kalbar secara bergiliran, agar Pkc PMII Kalbar terus bisa bersilaturahmi dengan bersama PC PMII di Kalimantan Barat.

Baca juga:KETUA IPARI RI JADI NARASUMBER PODCAST PADA RANGKAIAN PENAIS AWARD 2025

“Kami mengambil tema ini karena kemerdekaan membawa tanggung jawab yang besar, yaitu menjaga satu kesatuan dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia kita hidup dalam kemajemukan dengan berbagai perbedaan suku, agama, ras, suku dan budaya. Perbedaan inilah yang dapat menjadi kekuatan dan kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Selain sambutan dari Kabid Keagamaan dan hubungan umat beragama PMII Kalbar, ada beberapa sambutan yang salah satunya disampaikan oleh bapak Drs. H. Jipridin, M.Si. beliau menyampaikan bahwa makna kemerdekaan itu adalah Jembatan emas (Golden bridge) untuk mencapai suatu tujuan yakni Nation and Chararter Building. Kemerdekaan itu mencakup aspek fisik, psikis dan sosial. Aspek fisik saat bangsa indonesia mengusir kolonialisme dan imperialisme (dalam sejarahnya Portugis 6 tahun), Belanda (350 tahun), Jepang (3, 5 tahun) menjajah dalam kurun waktu yang lama.

Baca juga:Sahroni-Nanda Terpilih Sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM UNU Kalbar Periode 2025–2026

Lebih lanjut, beliau mengakatan kalau bangsa Indonesia mampu mengusirnya sehingga bisa merdeka sampai saat ini. Aspek psikis harus merdeka dari intimidasi, bebas berbicara, berserikat yang bertanggung jawab, sedangkan dalam aspek sosial, yaitu bebas bersosialisasi dan leluasa beradaptasi.

“Jika ketiga kemerdekaan ini selama 80 tahun diperjuangkan telah terwujud, maka itulah namanya kemerdekaan sejati dan hakiki. Apakah itu sudah terjadi atau masih mimpi? Rakyatlah yang paling merasakannya”, imbuhnya.