Penurunan Paksa Bendera Merah Putih Setengah Tiang Warnai Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Kalbar

zona kalbar, Pontianak – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Menggugat di halaman Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada Jumat (29/8) berlangsung dengan intensitas tinggi. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menyuarakan lima tuntutan utama kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Dalam aksi tersebut, massa secara simbolis menurunkan paksa bendera Merah Putih menjadi setengah tiang di depan gedung DPRD sebagai bentuk protes dan duka nasional.

BACA JUGA:

DPRD Kayong Utara Sambut Baik dan Temui Mahasiswa serta Masyarakat saat Demo

Menakar Ulang Peran Mahasiswa dalam Peta Kekuasaan Demokrasi Demagogi

Menurut Leonardo Martin salah seorang peserta yang melakukan aksi, penurunan bendera setengah tiang tersebut dimaknai sebagai simbol berkabung atas matinya demokrasi di Indonesia, yang telah direnggut oleh tindakan represif aparat dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

“Aksi tersebut juga menjadi bentuk solidaritas atas gugurnya Muhammad Affan Kurniawan, seorang mahasiswa yang wafat akibat terlindas kendaraan taktis Brimob dalam demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025,” katanya kepada zona kalbar pada 29 Agustus 2025.

Derikut lima tuntutan utama:

1. Mendesak pencopotan Kapolresta Pontianak atas tindakan represif aparat dalam demonstrasi sebelumnya yang menyebabkan luka pada rekan seperjuangan.

2. Menolak penghasilan anggota DPR yang dinilai melejit tidak sebanding dengan kondisi ekonomi masyarakat.

3. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satuan Tugas Program Keluarga Harapan (PKH) di Kalimantan Barat.

4. Meminta pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah Kalbar.
5. Mengawal realisasi 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan pemerintah.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.30 WIB ini merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi yang telah digelar sejak 27 Agustus. Massa tampak meumbawa berbagai atribut organisasi dan melakukan orasi secara bergantian di hadapan aparat kepolisian serta perwakilan DPRD Kalbar. Hingga petang, demonstran masih bertahan di lokasi, menuntut agar Ketua DPRD Kalbar turun langsung menemui mereka.

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi tersebut tetap berjalan dalam koridor damai. Penurunan bendera setengah tiang menjadi sorotan utama, menggambarkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi demokrasi dan hak asasi manusia di tanah air. Aliansi Mahasiswa menggugat menyatakan akan terus mengawal isu-isu tersebut hingga mendapatkan respons konkret dari pihak berwenang.**