Anggota DPRD Kalbar Suib Kawal Ulama dan Pondok Pesantren

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Sebagai santri kami akan mengawal Peraturan Gubernur, sehingga nanti bisa dianggarkan dari APBD Kalimantan Barat, sehingga kesejahteraan pondok pesantren menjadi semakin maju dan progresif, apalagi pesantren sangat diminati oleh masyarakat.

Baca juga:Viral! Ustad Yusuf Mansur Buka Jasa Doa Online: Tarif Mulai dari Rp 1000 Hingga Jutaan, Mimicu Kontroversi

Baca juga:Franciscus Sibarani Komitmen Penguatan HAM di Kalimantan Barat, Dorong Masyarakat Jadi Pelaku Utama Melalui POSBANKUMDES

H.Suib, SE, M.Sos yang juga Anggota DPRD Kalbar secara tegas menyatakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam giat Seminar Hari Santri Nasional dengan tema Santri Inklusif, Bangsa Progresif Meneguhkan Moderasi dan Toleransi Di Era Digital, dimana kegiatan tersebut sebagai rangkaian peringatan Hari Santri 2025 di Kalbar. Kegiatan dilaksanakan di Aula Pendopo Walikota Pontianak, (14/10/2025).

Baca juga:Bea Cukai Kalbar Berhasil Gagalkan Penyelundupan Rokok dan Daging Ilegal Senilai Rp2 Miliar

Seminar dilaksanakan oleh PW ISNU Kalbar yang dipimpin Dr. Muhamad Firdaus, M.Pd. Acara dihadiri oleh PWNU Kalbar, Jajaran Forkopimda Kalbar, Walikota Pontianak, Pengasuh Pondok Pesantren, para santri dan tamu undangan lainnya. Seminar Hari Santri 2025 dibuka Walikota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT. Selain Suib, narasumber seminar juga dari Polda Kalbar AKBP Handoko, Pengasuh Pondok Pesantren KH. Usman, M.Pd.I, dan Dr. Felisitas Yuswanto, M.Hum Akademisi STAKAtN Pontianak.

Baca juga:Kades Sungai Segak Paparkan Program Pembangunan pada Saat Musdes

Anggota DPRD Kalbar tersebut juga meminta dukungan dari semua pihak untuk tujuan mulia ini, apalagi di era digital, terutama publikasi keulamaan dan karya kyai-kyai. Disisi lain jalan panjang memajukan pondok pesantren di Kalbar agar lebih progresif harus dilakukan kerja keras dan bersama-sama.

“Tujuan mulia ini harus kita lakukan bersama-sama. Saya mau ingatkan diera digital saat ini, jaga ulama-ulama kita, tokoh-tokoh kita, kyai-kyai kita, pesantren kita harus lebih progresif sehingga masyarakat lebih sejahtera. Lakukan publikasi kiprah dan karya mereka diberbagai platform sosial media secara masif. Saya ingatkan juga para santri harus melek digital dan teruslah menjadi agen moderat,” ujar tokoh muda pergerakan santri Kalbar.

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP