ZONA KALBAR COM – Di sudut kota yang berasap dan bising, tinggalah seseorang bernama Karna. Wajahnya selalu tersenyum lebar, namun senyum itu tak pernah sampai ke dalam matanya. Sorot matanya dingin dan penuh perhitungan, seolah setiap orang yang dilihatnya hanyalah tangga untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Pakaiannya selalu rapi dan mewah, terbuat dari kain terbaik yang dibeli dengan hasil menuruti keinginan siapa saja yang berkuasa.
Baca juga: Gila Kekuasaan
Setiap kali ada pemimpin atau orang kaya lewat, suaranya berubah menjadi sangat lembut dan manis. Pujiannya mengalir bak air sungai, meskipun yang dipujinya penuh kesalahan dan kekurangan. Ia rela menundukkan kepala serendah-rendahnya, berjalan dengan langkah yang hati-hati seolah tak berani menginjak tanah yang sama dengan mereka. Baginya, kehormatan dan kebenaran hanyalah kata-kata kosong, sedangkan harta dan kedudukan adalah segalanya yang berharga.
Baca juga: Para Pemuja Penguasa
Rumahnya dipenuhi barang-barang mewah, dindingnya dilapisi emas dan permata yang berkilau terkena cahaya lampu. Namun udara di dalamnya terasa berat dan sunyi. Tak pernah ada doa yang dibacakan, tak pernah ada ucapan syukur yang keluar dari mulutnya. Tempat beribadah baginya hanyalah bangunan biasa, Tuhan hanyalah cerita yang tak perlu dipercaya. Ia meyakini bahwa semua yang ia miliki datang dari kecerdikannya sendiri, bukan dari pemberian siapa pun.
Baca juga: Sinopsis film Sukma Cerita horor 2025
Waktu terus berjalan, usianya semakin tua. Wajahnya yang dulu bersinar kini dipenuhi kerutan, tubuhnya menjadi lemah dan tak berdaya. Orang-orang yang pernah dipujinya tak lagi mempedulikannya, karena ia tak lagi berguna bagi mereka. Barang-barang berharga yang dikumpulkannya tak mampu meringankan rasa sakitnya.
Baca juga:Sinopsis Film Tumbal Darah 2025 Tayang Oktober
Di malam terakhir hidupnya, ia terbaring sendirian di atas tempat tidur yang luas namun dingin. Cahaya bulan yang masuk lewat celah jendela menerangi ruangan yang kosong itu. Tak ada teman, tak ada keluarga, tak ada kata penghiburan. Hanya kesunyian yang menyelimuti dirinya, seiring napasnya yang perlahan berhenti. Ia pergi meninggalkan dunia ini dengan tangan kosong, tanpa bekal iman, dan tanpa pengakuan kepada Sang Pencipta.
