Warga Kalbar Serukan satu Solusi untuk Palestina

ZONA KALBAR, POTNIANAK – Pada Jumat 14 April 2023, puluhan warga Kalbar melakukan Aksi Alquds International di Bundaran Tugu Dilgulis Pontianak.

Dikatakan Koordinator Aksi Al Quds International Kalimantan Barat Ahmad Tanjung, aksi damai di bundaran tugu Digulis Pontianak ini adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap bangsa palestina.

“Aksi Peringatan Hari Al Quds Internasional ini bentuk solidaritas masyarakat Kalimantan Barat terhadap bangsa Palestina,” kata Ahmad Tanjung.

Baca juga: Gesma 89 Bagikan Paket Lebaran Idulfitri

Dia berujar, bahwa seperti diketahui Hari Al Quds Internasional diperingati di seluruh dunia pada Jumat terakhir Ramadhan.

“Aksi ini rutin digelar setiap tahunnya untuk mengingatkan kembali kepada dunia bahwa masih ada masalah besar yang belum selesai, yakni masalah penindasan yang dialami bangsa Palestina,” katanya.

Menurutnya, penindasan yang dilakukan entitas zionis israel telah berlangsung lebih dari 70 tahun.

“Sementara banyak negara di dunia yang bungkam. Karena itulah penting aksi ini untuk terus dihidupkan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Muhammad Darwin, Koordinator Koalisi Aksi, mengatakan, pembelaan terhadap Palestina adalah sikap rasional dan ideologis bangsa Indonesia.

Baca juga: Sujiwo Bagikan Paket Lebaran ke Petugas Kebersihan Kubu Raya

“Keliru jika kita mengatakan Palestina ini hanya urusan agama atau hanya urusan negara-negara di Asia Barat,” ujarnya.

Menurutnya, masalah Palestina merupakan masalah tanggungjawab kita terhadap negara yang pernah memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan itu senada dengan tema Aksi Al Quds Internasional 2023 di Pontianak, yakni Tolak Normalisasi, Tegakkan Konstitusi. Dijelaskan Darwin aksi ini adalah amanat konstitusi Indonesia.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” sebut Darwin mengutip Pembukaan UUD 1945.

Kata Darwin, hal ini meneruskan sikap Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, yang pernah menyatakan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina tidak diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itu pula bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan israel.

“Sehingga hanya ada satu solusi untuk Palestina, one state solution, satu negara Palestina. Palestina yang multietnis, multi agama, milik seluruh pecinta keadilan. Inilah amanat pendiri negeri ini,” tutupnya.**

 

Tinggalkan Balasan