ZONA KALBAR COM, SUMENEP – Sebuah gempa magnitudo 6,5 terjadi di Kabupaten Sumenep dimana peristiwa itu mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Rabu (1/10/2025) pukul 23.49 WIB.
Baca: Prediksi Pertandingan Barcelona vs PSG pada 2 Oktober 2025
Informasi yang didapat Pusat gempa tersebut terletak di dasar laut, 50 kilometer tenggara Kabupaten Sumenep, dengan kedalaman 11 km.
Diketahui Guncangan cukup kuat, kendati begitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Baca: Disebut Cuma Bawa Koper Pakaian, KPK Klaim Amankan Dokumen dari Rumah Gubernur Kalbar
Adapun Guncangan gempa cukup terasa di beberapa wilayah seperti di Bali, di Gianyar, Buleleng, Tabanan, Denpasar, dan Kuta, guncangan terasa lemah hingga sedang selama 3-5 detik.
Baca: Cari Petunjuk Perkara Korupsi! KPK Geledah Rumah Gubernur Kalbar Ria Norsan
Untuk di Jawa Timur, di sebagian besar kota/kabupaten di Pulau Madura, Surabaya, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Gresik, hingga Mojokerto, guncangan terasa sedang hingga kuat dan berlangsung selama 3-20 detik.
Karena kejadian tersebut,, banyak warga yang panik dan berhamburan keluar rumah.
Baca: Usaha Pelestarian Kebudayaan di Kalimantan Barat
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera bertindak cepat. Petugas BNPB yang saat itu berada di Surabaya dan Mojokerto langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak.
Hingga pukul 01.00 WIB laporan yang diterima menunjukkan bahwa gempa magnitudo 6,5 di Sumenep telah menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga di empat kecamatan, yaitu Gayam, Nonggunong, Talango, dan Saronggi.
BNPB mengatakan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi gabungan.
Baca: Himbauan FKUB Kalbar Untuk Kerukunan, Kedamaian Kalbar dan Indonesia
“Mulai pagi ini, tim BPBD akan kembali turun ke lapangan untuk monitoring, kaji cepat dan mengambil upaya lain yang dianggap perlu dalam penanganan darurat,” tulis dikutip dari laporan BNPB.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Warga disarankan untuk mencari tempat aman dan menghindari bangunan yang retak. Selain itu, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan:
Memastikan jalur evakuasi di rumah, sekolah, dan tempat kerja bebas hambatan.
Menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dokumen penting, dan senter.
Mematikan aliran listrik, gas, dan air jika diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran atau kebocoran.
Tidak menggunakan lift saat gempa terjadi, melainkan tangga darurat.
Untuk memperkuat sistem peringatan dini, BNPB juga menyarankan cara sederhana. seperti Masyarakat dapat membuat alarm darurat dari perkakas rumah tangga seperti panci atau kaleng bekas yang disusun.
Baca: Ketua FKUB Kalbar Ajak Rawat Lingkungan Sebagai Bentuk Ketaatan Beragama
Jika terjadi guncangan, perkakas tersebut akan jatuh dan menimbulkan suara sebagai tanda bahaya.
BNPB menekankan pentingnya mengakses informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB, dan BPBD dan tidak terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi kebenarannya.


