ZONA KALBAR, NASIONAL – Kegagalan Timnas Indonesia masuk Piala Dunia 2026 menimbulkan gelombang kritik yang cukup tajam, terutama tertuju pada PSSI dan keputusan strategis yang dibuat oleh Ketua Umum Erick Thohir.
Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala, yang kini dianggap sebagai blunder besar yang menggagalkan ambisi besar sepak bola Indonesia.
BACA ⇒ Jam Tayang dan Link Nonton Timnas Voli Putra vs Filipina di SEA V League 2025 Leg 2
Keputusan Erick Thohir dan Evaluasi Pengamat
Anton Sanjoyo, pengamat sepak bola yang cukup berpengaruh, menilai bahwa keputusan Erick Thohir untuk mengganti pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, dengan Kluivert sebenarnya bisa dimengerti mengingat kondisi saat itu. Namun, menurut Anton, Kluivert gagal memenuhi harapan besar yang dipasang oleh publik dan PSSI.
“Keputusan penggantian pelatih memang tepat dalam konteks masalah yang terjadi saat itu. Namun, masalahnya adalah sang pengganti tidak mampu memenuhi ekspektasi,” ujar Anton saat diwawancarai oleh Inilah.com pada Minggu, 12 Oktober 2025.
BACA ⇒ Prediksi Pemain Timnas Indonesia U-23 vs Brunei Darussalam Piala AFF U-23 2025
Masalah Strategi dan Pemilihan Pemain
Anton juga mengkritik sejumlah keputusan teknis Kluivert, mulai dari strategi permainan, susunan pemain, hingga cara pemanggilan dan pemilihan pemain. Menurutnya, pendekatan Kluivert kurang tepat untuk membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih kompetitif.
Lebih jauh, Anton menilai Kluivert belum memiliki kompetensi yang memadai untuk menjadi nahkoda skuad Garuda. Meski didukung oleh sejumlah pemain berkualitas, kepemimpinan pelatih berusia 49 tahun itu belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan.
Rekam Jejak Kluivert yang Dipertanyakan
Rekam jejak Patrick Kluivert sebagai pelatih memang belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, terutama di level tim nasional. Sebelumnya, Kluivert pernah menjadi asisten pelatih Belanda (2012-2014), pelatih timnas Curacao (2015-2016), serta asisten pelatih Kamerun (2018-2019). Namun, ia belum pernah membawa tim nasional berlaga di turnamen besar seperti Piala Dunia atau Piala Asia.
BACA ⇒ Cara Nonton Timnas Indonesia U-23 vs Brunei Darussalam di AFF U-23 Championship
Terakhir, Kluivert sempat melatih klub Adana Demirspor di Liga Turki, namun hanya bertahan selama 1,5 tahun karena performa buruk, dengan hanya satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir pada Desember 2023.
Rekor Buruk Timnas di Bawah Kluivert
Sejak didapuk menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong, rekor Kluivert terbilang kurang memuaskan. Dalam enam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang telah dijalani, Timnas Indonesia hanya meraih dua kemenangan, yakni melawan Bahrain dan China dengan skor 1-0.
Namun, performa tim justru melemah saat bermain di luar kandang. Kekalahan telak dari Australia (1-5) dan Jepang (0-6) memperlihatkan lemahnya pertahanan dan mental skuad Garuda di laga tandang. Ditambah dua kekalahan lain di ronde keempat melawan Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), yang secara otomatis memupus impian Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
BACA ⇒ Jadwal Tayang MotoGP Austria 2025
Harapan Evaluasi dan Perubahan
Anton Sanjoyo menegaskan bahwa PSSI harus melakukan evaluasi serius terhadap posisi pelatih. Ia menyarankan agar PSSI mempertimbangkan opsi mengganti Patrick Kluivert dengan sosok pelatih yang memiliki rekam jejak lebih meyakinkan, atau bahkan menggeser posisi Alex Pastoor sebagai pelatih kepala.
“Kita perlu pelatih yang benar-benar mampu membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi,” tegas Anton.
Kegagalan ini menjadi momentum penting bagi PSSI dan semua pihak terkait untuk melakukan introspeksi dan perbaikan menyeluruh. Sepak bola Indonesia masih memiliki potensi besar, namun dibutuhkan kepemimpinan dan strategi yang tepat agar mimpi besar berlaga di panggung dunia bisa terwujud.
Itulah artikel dengan judul Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia 2026, Pilihan Erick Thohir Bunder?.

