PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalimantan Barat, Hoesnan, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) beserta seluruh jajarannya, mulai dari tingkat Regional, Koordinator Wilayah (Korwil), hingga Koordinator Kecamatan (Korcam) di wilayah Kalimantan Barat.
Baca juga:Franciscus Sibarani: SPPG Harus Terhubung dengan Sekolah, Guru Kawal Kualitas Makan Bergizi Gratis
Apresiasi tersebut didasari oleh ketegasan BGN dalam melakukan kontrol ketat di lapangan. Langkah penutupan sementara sejumlah unit dapur operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalbar baru-baru ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa sistem pengawasan berjalan tanpa kompromi demi menjaga standar kualitas.
“Penutupan beberapa dapur tersebut membuktikan bahwa kontrol dan pengawasan dalam pengelolaan Dapur MBG berjalan sangat efektif. BGN menunjukkan komitmen serius dalam memantau standar operasional, mulai dari kualitas gizi menu hidangan hingga aspek teknis seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur,” ujar Hoesnan dalam keterangannya, Selasa (21/04/2026).
Baca juga:Penelitian MoRA Ungkap Praktik Toleransi Beragama di Kabupaten Sanggau
Hoesnan menegaskan bahwa Program Nasional MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan bentuk nyata implementasi pemenuhan Hak Anak. Hal ini sejalan dengan amanah Undang-Undang Perlindungan Anak yang mewajibkan negara dan masyarakat menjamin kesehatan serta tumbuh kembang anak secara optimal.
“Program MBG ini adalah perwujudan hak anak yang dijamin undang-undang. Sebagai bagian dari elemen masyarakat yang fokus pada isu anak, LPA Kalbar mendukung penuh program ini. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk ikut mengawasi agar pelaksanaan MBG tetap tepat sasaran dan berkualitas,” tambahnya.
Namun, ia juga memberikan catatan penting bagi para penyedia jasa. Penutupan sementara yang terjadi diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi mitra atau pengelola dapur untuk segera berbenah diri.
Baca juga:UNU Kalbar Gelar Ramah Tamah Bersama Dewan Energi Nasional Dan Walikota Pontianak
“Kami berharap penutupan sementara ini menjadi pelajaran berharga bagi pengelola dapur atau mitra untuk terus meningkatkan standar kerja. Jangan menunggu ditegur, tetapi lakukan pembenahan mandiri agar kualitas layanan tetap terjaga demi kepentingan terbaik bagi anak,” tegas Hoesnan.
Lebih lanjut, LPA Kalbar berharap agar dapur-dapur MBG yang telah menyelesaikan perbaikan dan memenuhi standar evaluasi dapat segera beroperasi kembali dalam waktu dekat.
“Kami berharap dapur yang sudah melakukan pembenahan bisa segera beroperasi lagi. Hal ini penting agar anak-anak sebagai penerima manfaat utama dapat kembali memperoleh hak-hak mereka secara berkelanjutan, sesuai dengan tujuan mulia pemerintah dalam meningkatkan taraf kesehatan serta tumbuh kembang anak,” tutupnya
