KETAPANG, ZONAKALBAR.COM — Anggota DPR RI Komisi XIII Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat, Franciscus Sibarani, menunjukkan dedikasi tanpa batas dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihannya. Meski isu pendidikan berada di luar ruang lingkup formal Komisi XIII saat ini, ia tetap bergerak aktif merespons undangan masyarakat Desa Labai Hilir untuk meninjau langsung fasilitas pendidikan yang memprihatinkan.
Kehadiran Franciscus Sibarani yang diwakili oleh tim utamanya, Yohanes Tola, menjadi angin segar bagi warga setempat. Mereka meninjau kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Simpang Hulu di Desa Labai Hilir yang menjadi tempat bernaung bagi 74 murid untuk menuntut ilmu di tengah keterbatasan fasilitas.
Kondisi fisik sekolah tersebut terpantau sangat memprihatinkan dan membutuhkan renovasi menyeluruh demi keselamatan para siswa. Plafon bangunan yang bocor, atap yang jebol di beberapa sudut, pintu ruang kelas yang rusak, hingga warna cat yang telah pudar menjadi sorotan utama dalam peninjauan lapangan tersebut.


“Kondisi kerusakan parah seperti ini sudah sejak lama terjadi dan hingga kini belum ada solusi maupun bantuan pembangunan nyata dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Kami sangat berharap Bapak Franciscus Sibarani bisa turut memperjuangkan kondisi pendidikan di Kalbar ini ke tingkat pusat, meskipun kami tahu hal tersebut tidak berada dalam naungan tupoksi Komisi XIII saat ini,” ungkap Kalianus, warga Desa Labai Hilir yang mengantarkan tim di lapangan.
Menanggapi laporan dan kondisi riil di lapangan, Franciscus Sibarani menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas ketimpangan fasilitas pendidikan yang masih terjadi di wilayah pedalaman. Ia menegaskan bahwa kenyamanan anak-anak dalam belajar tidak boleh dikorbankan oleh sekat-sekat birokrasi maupun batasan komisi di parlemen.
Sibarani menegaskan komitmennya untuk membawa temuan ini agar didengar oleh kementerian terkait melalui jalur komunikasi lintas komisi di DPR RI. Baginya, pemenuhan hak pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) seperti Kalimantan Barat adalah agenda mendesak yang tidak bisa ditunda.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi bangunan SDN 22 Simpang Hulu ini. Sektor pendidikan harus mutlak menjadi konsentrasi utama pemerintah, terutama di wilayah-wilayah 3T seperti Kalimantan Barat, agar anak-anak di pedalaman bisa mendapatkan kesempatan dan kenyamanan belajar yang setara dengan daerah lain,” tegas Franciscus Sibarani.
Lebih lanjut, legislator asal Kalbar ini memastikan bahwa aspirasi dari warga Desa Labai Hilir ini akan ia kawal secara personal untuk mendesak percepatan perbaikan infrastruktur sekolah tersebut. “Meskipun secara formal ini berada di luar komisi saya, kewajiban moral saya sebagai wakil rakyat Kalbar adalah memastikan tidak ada anak-anak di pedalaman yang bertaruh nyawa di bawah atap sekolah yang rapuh demi meraih cita-cita mereka,” pungkas Franciscus Sibarani.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Juli 13, 2026BeritaKunjungan Kerja ke Simpang Hulu, Anggota DPR RI Franciscus Sibarani Dorong Pemerintah Benahi Infrastruktur Pendidikan Desa
- Juli 13, 2026HiburanKonami Game From 1995 Returning Next Month for First Time Ever, Game Legendaris Akhirnya Rilis Globa
- Juli 13, 2026BeritaDorong Pembangunan Desa, Franciscus Sibarani Gandeng Anak Muda Kalbar Jadi Jembatan Aspirasi
- Juli 13, 2026BeritaAdmin Website Desa Kerohok Sukses Kelola Platform Digital, Jadi Inspirasi Desa Lain dalam Pelayanan Publik


