SAMBAS, ZONAKALBAR.COM — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani, melakukan kunjungan kerja ke Desa Buduk Sempandang, Dusun Sebakuan, Kabupaten Sambas, guna memastikan pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) berjalan optimal, cepat, dan tepat sasaran.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sambas dan sejumlah wilayah lain di Kalimantan Barat, yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik. Kebutuhan akan listrik masih menjadi persoalan mendasar yang disampaikan langsung oleh masyarakat kepada wakil mereka di parlemen.
Sibarani menegaskan bahwa listrik bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan vital yang menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemenuhan listrik desa menjadi prioritas nasional yang harus dituntaskan.
“Listrik hari ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini bukan lagi soal pembangunan, tetapi soal keadilan. Negara harus hadir memastikan seluruh rakyat, tanpa terkecuali, mendapatkan akses energi,” tegas Sibarani pad 4 April 2026.
Ia juga menyoroti komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang telah mencanangkan target elektrifikasi desa hingga 100 persen. Namun demikian, di Kalimantan Barat sendiri masih terdapat sekitar 15 persen desa yang belum teraliri listrik secara optimal.
“Pak Menteri ESDM sudah sangat tegas mencanangkan listrik desa 100 persen. Ini menjadi tugas bersama, termasuk kami di DPR RI, khususnya Fraksi Partai Golkar, untuk mengawal dan memastikan target tersebut benar-benar tercapai,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Fraksi Partai Golkar, Sibarani menegaskan bahwa pengawalan terhadap Program Listrik Desa bukan hal baru. Selama ini, Fraksi Golkar di DPR RI telah aktif memastikan program ini berjalan dan terus diperjuangkan agar menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah terpencil.
“Fraksi Partai Golkar memiliki komitmen kuat dalam mengawal program listrik desa. Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari perjuangan menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok,” tambahnya.
Dalam kunjungannya, Sibarani juga menegaskan bahwa kehadirannya di Desa Buduk Sempandang bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan program pemerintah tidak berhenti di tingkat laporan.
“Saya datang langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan, memastikan program ini berjalan tanpa hambatan dan benar-benar menyentuh masyarakat. Tidak boleh hanya baik di atas kertas, tetapi harus nyata dirasakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, arahan dari Menteri ESDM kepada anggota DPR RI sangat jelas, yakni turun langsung ke daerah pemilihan untuk memastikan implementasi program berjalan optimal.
“Arahan Menteri ESDM tidak boleh berhenti di rapat-rapat. Harus diwujudkan di lapangan. Karena itu, saya hadir untuk memastikan tidak ada kendala dan program ini tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih jauh, Sibarani menekankan bahwa kehadiran listrik memiliki dampak besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup.
“Bagi masyarakat desa, listrik bukan hanya soal penerangan. Ini soal anak-anak bisa belajar di malam hari, pelaku usaha bisa berkembang, dan kehidupan menjadi lebih layak. Ini tentang masa depan,” katanya.
Baca juga:PKC PMII Kalbar Apresiasi 1 Tahun Kinerja Gubernur Kalimantan Barat dan 12 Capain di Tahun Pertama
Ia juga mengingatkan bahwa masih adanya desa yang belum menikmati listrik merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan bersama.
“Selama masih ada desa yang gelap, di situlah negara harus hadir lebih kuat. Tidak boleh ada ketimpangan antara kota dan desa dalam hal akses energi,” tegasnya.
Sibarani menutup dengan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Program Listrik Desa hingga benar-benar tuntas di Kalimantan Barat.
“Program ini tidak boleh gagal. Kami akan terus mengawal agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan pelaksanaan Program Listrik Desa di Kabupaten Sambas dan wilayah Kalimantan Barat lainnya dapat berjalan lebih efektif, tanpa hambatan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.


