ZONAKALBAR.COM – Dalam Momentum Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap bulan Mei menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya lahir dari pembangunan fisik, tetapi juga dari hadirnya akses pendidikan yang memberi harapan dan membuka masa depan generasi muda, termasuk mereka yang berasal dari wilayah pedalaman.
Semangat itulah yang diwujudkan oleh Franciscus Maria Agustinus Sibarani, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, melalui kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak Kalimantan. Salah satunya dengan membantu Dhenty, pemuda asal Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi yang sebelumnya hampir terhenti karena keterbatasan biaya.
Kini, Dhenty tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Logistik Universitas Agustinus Hippo dan telah memasuki semester enam. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa dukungan dan kesempatan dapat mengubah rasa putus asa menjadi harapan baru.
Franciscus Sibarani mengatakan, makna kebangkitan nasional pada masa kini harus diterjemahkan dalam langkah nyata menghadirkan kesempatan yang setara, terutama di bidang pendidikan.
Baca juga:Pelaksanaan TKA di MIS Al-Hikmah Berjalan Lancar, Diikuti 17 Siswa
“Kalau dahulu kebangkitan nasional identik dengan perjuangan melawan penjajahan, maka hari ini perjuangan kita adalah memastikan anak-anak Indonesia, termasuk yang berasal dari pedalaman Kalimantan, tidak kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses pendidikan,” ujar Sibarani.
Menurutnya, pendidikan merupakan alat paling kuat untuk memutus rantai ketertinggalan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Pendidikan bukan sekadar soal memperoleh gelar, tetapi tentang membangun kepercayaan diri, karakter, dan kemampuan generasi muda untuk membawa perubahan. Kebangkitan bangsa dimulai ketika anak-anak kita punya kesempatan bermimpi dan negara hadir menjaga mimpi itu tetap hidup,” katanya.
Ia menambahkan, semangat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional memiliki benang merah yang sama, yakni membangun manusia Indonesia yang unggul agar mampu mendorong kemajuan bangsa.
Baca juga:Ketua PKC PMII Kalbar Tegaskan Pentingnya Profesionalisme Instruktur dalam PIW dan Rakorda 2026
“Indonesia akan maju jika anak-anak dari desa, pelosok, dan pedalaman memiliki peluang yang sama untuk belajar dan berkembang. Tidak boleh ada mimpi yang padam hanya karena biaya. Itu yang harus terus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Dhenty menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga dirinya dapat terus melanjutkan pendidikan hingga saat ini.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Franciscus Sibarani karena sudah membantu saya melanjutkan kuliah. Dulu saya sempat bingung dan hampir menyerah karena keterbatasan biaya. Bantuan ini membuat saya bisa terus belajar dan mengejar cita-cita,” ujar Dhenty.
Ia berharap kelak dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali memberi manfaat bagi daerah asalnya.
Baca juga:Sibarani Apresiasi Desa Binaan Imigrasi Karawang dalam Pencegahan TPPO dan PMI Ilegal
“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari pedalaman juga bisa berhasil kalau diberi kesempatan. Semoga nanti ilmu yang saya dapat bisa dipakai untuk membantu banyak orang dan membangun daerah,” katanya.
Kisah Dhenty menjadi pengingat bahwa makna kebangkitan bangsa tidak selalu hadir dalam peristiwa besar, tetapi juga tumbuh dari kesempatan kecil yang diberikan kepada generasi muda untuk terus belajar, bertahan, dan mengubah masa depan.
