Wabup Sujiwo Jabat Bendahara Hebitren Kalbar

ZONAKALBAR.COM, PONTIANAK – Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Ekonomis Bisnis Pesantren (Hebitren) Kalimantan Barat periode 2023-2028 resmi dilantik oleh Ketua DPP Hebitren K.H. Hasib Wahab Hasbullah, Senin (13/3/2023).

Pelantikan yang dilangsungkan di Aula Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini diawali dengan peluncuran Gema Ekonomi Syariah Kalbar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat.

Baca juga: Lasarus Harap Pengurus DAD Rawat Keharmonisan Etnis di Kalbar

Nama Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo turut tercantum dalam kepengurusan Hebitren Kalbar. Dalam struktur pengurus, Sujiwo menjabat sebagai bendahara, mendampingi Prof. Dr. Thamrin Usman yang terpilih jadi Ketua.

Ditemui wartawan seusai pelantikan, Sujiwo merasa tersanjung karena dipercaya menjadi Bendahara Hebitren Kalbar. Dirinya berujar bahwa amanah yang dititipkan ini kian menambah semangatnya untuk mengabdi ke pondok pesantren.

Baca juga: Sujiwo Yakin MWC NU Sungai Raya Berkontribusi Signifikan ke Umat

“Pertama terima kasih kepada Prof. Thamrin yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai bendahara.”

” Insyaallah akan saya emban dengan sebaik-baiknya dan menjadi pelecut motivasi saya untuk terus melanjutkan pengabdian ke pondok pesantren,” tuturnya.

Sujiwo berpendapat, pondok-pondok pesantren (pontren) di Kalbar memang sudah saatnya meniru beberapa pontren di luar daerah yang telah mandiri secara ekonomi.

Untuk mencapai tujuan itu, Hebitren akan melakukan pelatihan dan pendampingan guna mendorong akselerasi penguatan ekonomi pesantren.

Baca juga: Lolos Verifikasi Balon DPD RI 2024, Daud Yordan Sampaikan Terima Kasih

Sujiwo menambahkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang kelak dilakukan Hebitren akan meliputi banyak hal. Mulai dari pendampingan dalam membentuk unit dan legalitas usaha, mengupayakan akses permodalan, hingga penyusunan konsep dan analisis usaha.”

“Tidak hanya itu, bagi pesantren yang sudah memiliki usaha, pihaknya akan dengan berupaya mengembangkan usaha tersebut dengan memperluas akses pasar serta meningkatkan nilai tambah suatu produk.

“Intinya Hebitren akan fokus bagaimana pondok pesantren dapat mandiri secara ekonomi. Kami ingin agar pesantren tidak lagi bergantung dengan pihak lain, minimal untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan