ZONAKALBAR.COM – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat menyampaikan kritik keras terhadap fenomena antrean panjang kendaraan bermotor di berbagai SPBU di Kota Pontianak maupun di sejumlah Kabupaten Kota se-Kalbar yang semakin parah menjelang Idul Fitri. Kondisi ini dinilai bukan hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata ketidaksiapan pemerintah dalam menjamin kelancaran distribusi BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
Baca juga:PKC PMII Kalbar Apresiasi 1 Tahun Kinerja Gubernur Kalimantan Barat dan 12 Capain di Tahun Pertama
Ketua PKC PMII Kalbar, Achmad Sukron, menegaskan bahwa situasi di lapangan sangat bertolak belakang dengan pernyataan resmi pemerintah yang menyebutkan stok BBM dalam kondisi aman. Faktanya yang terjadi justru masyarakat harus mengantre berjam-jam di SPBU, bahkan di beberapa wilayah terjadi pembatasan pengisian yang memperparah kepanikan publik.
“Jika memang stok BBM dinyatakan aman, lalu mengapa rakyat harus mengantri panjang setiap hari? Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam distribusi yang tidak bisa lagi ditutupi dengan pernyataan normatif. Pemerintah tidak boleh mengabaikan terhadap realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Sukron (20/3/2026).
Baca juga:PMII Kalbar Minta Polri Mengusut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras dan Melindungi Korban
Selain itu, PKC PMII Kalbar juga menilai bahwa menjelangnya Idul Fitri setiap tahun selalu diiringi peningkatan mobilitas dan kebutuhan energi, seharusnya pemerintah telah melakukan langkah antisipatif yang matang. Namun yang terjadi justru kelangkaan dan kekacauan distribusi yang berulang, ini mencerminkan lemahnya perencanaan serta pengawasan.
“Kondisi ini juga membuka dugaan adanya praktik-praktik tidak sehat dalam rantai distribusi BBM, mulai dari penimbunan hingga permainan oknum yang memanfaatkan situasi. Jika hal ini benar terjadi, maka merupakan bentuk pengkhianatan terhadap hak rakyat yang harus ditindak tegas tanpa kompromi” Lanjut Sukron.
Baca juga:Franciscus Sibarani: SPPG Harus Terhubung dengan Sekolah, Guru Kawal Kualitas Makan Bergizi Gratis
Kami PKC PMII Kalbar mendesak pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur guna memastikan distribusi BBM berjalan normal, transparan, dan merata. Jika tidak ada upaya serius dalam waktu dekat, PKC PMII Kalbar menyatakan siap mengambil langkah lebih lanjut sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang hari ini terus dirugikan oleh buruknya tata kelola energi di daerah.


