Bupati Kubu Raya Targetkan Jalan Poros Kuala Mandor B ke Sungai Enau Tuntas 3 Tahun 

ZONA KALBAR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, baru-baru ini meninjau jalan poros yang menghubungkan Desa Mega Timur, Sungai Tempayan, dan Sungai Enau pada Senin (20/10/2025).

Dalam kunjungannya, Sujiwo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan pembangunan jalan poros ini sebagai upaya membuka akses dan mengurangi keterisolasian beberapa desa di Kecamatan Kuala Mandor B.

BACA JUGA:  Polisi Sita Rumah dan Tanah di Kubu Raya Terkait Gratifikasi Eks Pejabat Balai Perumahan Kalbar

“Kami saat ini berada di ruas jalan poros Mega Timur–Sungai Tempayan–Kuala Mandor B–Sungai Enau. Panjang jalan ini, kalau sampai ke Sungai Enau, lebih dari 40 kilometer. Di belakang saya masih wilayah Kuala Mandor B dan Sungai Enau, sekitar 15 kilometer lagi,” jelas Sujiwo.

Menurutnya, pembangunan jalan ini akan sangat membantu meningkatkan konektivitas dan akses antarwilayah, terutama untuk desa-desa seperti Retok, Padi Jaya, Kubu Padi, dan Sungai Enau.

BACA JUGA: Bersama Bupati Kubu Raya dan Angkasa Pura Hijaukan Sekitar Bandara Supadio

“Target saya, dalam tiga tahun ke depan pembangunan ini bisa selesai sampai ke Sungai Enau, sehingga empat desa akan sangat terbantu. Dari enam desa di sini, lima akan mendapat manfaat langsung. Hanya Kuala Mandor A yang tidak terhubung langsung,” tambahnya.

Sujiwo juga memastikan jalan ini menjadi prioritas pemerintah kabupaten dalam program pembangunan infrastruktur ke depan. Ia sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk mulai merancang kelanjutan pembangunan pada 2026.

BACA JUGA: Bupati Sujiwo Ancam Copot Kepala Rumah Sakit Jika Abai ke Pasien, Begini Cara Lapor via Halo Bupati Kubu Raya

“Insya Allah, tahun depan kami akan lanjutkan pembangunan jalan poros dari Kuala Mandor B ke Sungai Enau. Saya sudah minta Kadis PU untuk mencatat ini,” ujarnya.
Untuk ruas jalan yang hampir selesai di Desa Kuala Mandor B, Sujiwo mengatakan yang dibutuhkan hanya pemeliharaan rutin ke depan.

“Jalan di depan saya ini hampir tuntas. Tinggal pemeliharaan saja yang perlu dilakukan. Rekonstruksi sudah selesai, dan tahun depan pemeliharaan akan masuk,” terangnya.

BACA JUGA: Seorang Anak Tega Tebas Ayah Kandung Hingga Terluka di Kubu Raya

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menjaga kondisi jalan.

“Jalan ini dibangun dengan spesifikasi menengah agar bisa menjangkau banyak wilayah dan memastikan semua desa mendapat giliran pembangunan. Kalau kualitas jalannya terlalu tinggi, tonase yang diizinkan juga otomatis lebih berat. Namun demi keadilan, kita batasi tonasenya,” jelas Sujiwo.

Ia mengimbau agar kendaraan berat yang melebihi enam ton tidak melintas di jalan tersebut agar jalan yang baru dibangun tidak cepat rusak.

“Pengguna jalan, terutama truk dan pikap, harus mematuhi batas tonase maksimal enam ton. Jika terlalu berat, jalan ini cepat rusak. Mohon pengertian dan kerja sama semua pihak,” katanya.

Sujiwo pun mengajak masyarakat untuk bersabar dan terus bersinergi selama proses pembangunan berlangsung. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan prioritas yang jelas.

“Masyarakat juga harus sabar karena penggunaan anggaran negara ada mekanisme dan prosedurnya. Kita harus pintar menyusun strategi, terutama mengingat keterbatasan anggaran tahun depan,” tutupnya. (*)

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP