PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Anggota DPR RI, Franciscus Sibarani, terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari perhatian terhadap perkembangan program peternakan babi yang dikelola Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Pontianak di kawasan Nyarumkop, Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat yang sebelumnya telah mendapat dukungan dari Sibarani sejak tahun 2023. Seiring berjalannya waktu, program terus dikembangkan dengan harapan mampu menjadi sumber ekonomi produktif bagi komunitas gereja sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat dalam jangka panjang.
Dalam kunjungan ke kawasan persekolahan Nyarumkop, lokasi pengembangan program peternakan dilakukan, Franciscus Sibarani diwakili oleh tenaga ahlinya melihat secara langsung perkembangan program, mendengar tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus memastikan semangat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas tetap berjalan dan berkembang.
Menurut Sibarani, kondisi ekonomi yang terus berubah menuntut masyarakat untuk memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat. Karena itu, pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, termasuk melalui lembaga keagamaan, perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki ruang untuk bertumbuh secara mandiri.
Baca juga:DPR Bahas RUU Desain Industri, Golkar Tekankan Perlindungan UMKM, IKM, dan Desainer Lokal
“Kemandirian ekonomi umat tidak bisa dibangun dalam waktu singkat dan tidak cukup hanya melalui bantuan sesaat. Perlu ada program produktif yang dijaga keberlanjutannya sehingga benar-benar mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sibarani.
Ia menegaskan bahwa komunitas keagamaan memiliki potensi besar menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat. Selain menjalankan fungsi pelayanan sosial dan spiritual, organisasi keagamaan juga dapat mengambil peran dalam membangun kemampuan ekonomi komunitas melalui sektor produktif.
Menurutnya, penguatan ekonomi umat menjadi penting terutama di tengah tantangan biaya hidup, perubahan ekonomi, dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Karena itu, model pemberdayaan seperti peternakan produktif perlu mendapat perhatian agar dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat luas.
Program budidaya ternak babi modern yang dikembangkan PSE Keuskupan Agung Pontianak dinilai menjadi salah satu contoh nyata bagaimana komunitas membangun kekuatan ekonomi secara bertahap. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi usaha produktif, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi umat dan masyarakat sekitar.

Baca juga:Ketua PKC PMII Kalbar Tegaskan Pentingnya Profesionalisme Instruktur dalam PIW dan Rakorda 2026
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PSE Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang telah diberikan sejak awal pengembangan program. Dukungan tersebut dinilai menjadi penyemangat bagi upaya membangun ekonomi umat melalui program yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pihak PSE menyebut, perjalanan program sejak awal hingga saat ini menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi berbasis komunitas membutuhkan komitmen jangka panjang, pendampingan, serta kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
Apresiasi terhadap perkembangan program tersebut juga menjadi penanda bahwa dukungan yang diberikan beberapa tahun lalu tidak berhenti pada tahap awal, melainkan terus dijaga agar mampu berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Ke depan, Franciscus Sibarani berharap semakin banyak program pemberdayaan ekonomi umat yang lahir dari komunitas dan lembaga sosial keagamaan.
Baca juga:Pelaksanaan TKA di MIS Al-Hikmah Berjalan Lancar, Diikuti 17 Siswa
Menurutnya, pembangunan masyarakat tidak hanya diukur dari aspek infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan komunitas untuk bertahan, bertumbuh, dan mandiri secara ekonomi.
“Ketika umat memiliki kemandirian ekonomi, maka komunitas akan menjadi lebih kuat. Karena itu, program seperti ini perlu terus dijaga, dikembangkan, dan didorong agar manfaatnya semakin luas,” tutup Sibarani.
Melalui keberlanjutan program peternakan PSE Keuskupan Agung Pontianak, diharapkan upaya membangun ekonomi umat berbasis komunitas dapat menjadi contoh pemberdayaan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu tumbuh menjadi fondasi kemandirian ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat.
