SUNGAI MELAYU RAYAK, ZONAKALBAR.COM – Tim dari Anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Kalimantan Barat 1, Franciscus Sibarani, melaksanakan kunjungan kerja dan dialog langsung dengan warga di Desa Karya Mukti, Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi serta memetakan tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat di tingkat desa.
Baca juga:Prediksi PSG Vs Arsenal: Final Liga Champions 2026
Dialog yang berlangsung pada Jumat (29/5/2026) tersebut bertempat di kediaman Mukriaji, salah satu perangkat desa Karya Mukti. Mewakili tim Franciscus Sibarani, Yohanes Tola, S.T., hadir langsung untuk menemui Mukriaji guna mendengarkan perkembangan situasi wilayah serta keluhan yang dihadapi warga setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Mukriaji menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama di Desa Karya Mukti saat ini adalah rendahnya minat anak muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Fenomena ini tetap terjadi meskipun secara ekonomi sebagian orang tua di desa tersebut memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membiayai kuliah anak-anak mereka.
Berdasarkan keterangan perangkat desa, mayoritas remaja setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) cenderung memilih untuk langsung terjun ke dunia kerja. Pilihan utama mereka adalah menjadi buruh di perusahaan perkebunan di sekitar wilayah tersebut atau langsung mengelola lahan kelapa sawit milik pribadi.
Mukriaji menilai kondisi ini menjadi tantangan besar bagi para orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar anak. Menurutnya, pendidikan tinggi sangat krusial agar generasi muda memiliki kompetensi dan daya saing yang kuat di tengah pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif, sekaligus membuka peluang profesi yang lebih luas di masa depan.
Faktor utama di balik minimnya prioritas kuliah ini dipicu oleh faktor kemandirian finansial yang diperoleh secara cepat. Anak-anak muda di Desa Karya Mukti merasa penghasilan saat ini sebagai buruh perusahaan maupun dari hasil bertani sawit mandiri sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Merespons dinamika tersebut, Tim Franciscus Sibarani memandang situasi ini sebagai kondisi minus malum. Di satu sisi, kemandirian ekonomi pemuda melalui sektor sawit berdampak positif pada kesejahteraan langsung, namun di sisi lain, kepemilikan pengetahuan akademik formal tetap esensial agar mereka mampu mengelola sektor pertanian secara lebih bijak dan modern di masa depan.
Baca juga:Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang Tekankan Soliditas dan Strategi pada Raker LPTQ Benua Kayong
Sebagai langkah konkret atas aspirasi tersebut, tim menawarkan Program Kuliah Langsung Kerja (PROKASI) yang digagas oleh Franciscus Sibarani kepada warga Desa Karya Mukti melalui Mukriaji. Program ini diarahkan sebagai pilihan strategis bagi anak-anak desa untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang keperawatan, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan sembari orang tua terus memotivasi anak untuk kuliah.
