Dialog dengan Komunitas Wanita Dayak Pesaguan, Tim Legislator DPR RI Franciscus Sibarani Tawarkan Program Kuliah Langsung Kerja

KETAPANG,ZONAKALBAR.COM – Tim perwakilan Anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani, yang dipimpin Yohanes Tola, S.T., menggelar dialog langsung bersama penggagas Komunitas Wanita Dayak Pesaguan Kabupaten Ketapang, Nevi Santana. Pertemuan dalam suasana santai ini berlangsung di Kecamatan Sungai Melayu Rayak pada Selasa, 26 Mei 2026. Agenda ini berfokus pada sinkronisasi program penguatan masyarakat, khususnya kaum perempuan di wilayah pedalaman.

Pada kesempatan tersebut, Nevi Santana memaparkan rekam jejak, tantangan, serta peluang dalam mengupayakan gerakan gender di Ketapang. Komunitas Wanita Dayak Pesaguan secara konsisten bergerak pada pemberdayaan ibu-ibu lokal melalui penyediaan berbagai program pelatihan keterampilan. Langkah ini diambil guna membuka akses kemandirian ekonomi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat keluarga.

Selain memimpin gerakan komunitas, Nevi Santana saat ini tengah merintis lini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tenun lokal. Usaha kreatif ini mengintegrasikan potensi ibu-ibu Dayak Pesaguan bersama warga transmigran asal Suku Flores yang menetap di Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Kolaborasi lintas suku tersebut menjadi basis penggerak roda ekonomi produktif di kawasan transmigrasi.

Merespons hal tersebut, Yohanes Tola menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak perempuan serta penguatan kapasitas warga di daerah merupakan bagian dari perhatian Franciscus Sibarani. Dukungan terhadap eksistensi perempuan pelaku usaha di Kalimantan Barat diwujudkan melalui komitmen advokasi dan pendampingan yang berjalan secara berkesinambungan.

Sebagai bukti empiris, Tim Franciscus Sibarani memaparkan realisasi pendampingan UMKM terhadap Ibu Ningrum, produsen keripik buah di Kota Ketapang.

Di samping penguatan ekonomi, Yohanes Tola memanfaatkan dialog dua arah ini untuk menawarkan Program Kuliah Langsung Kerja (PROKASI) kepada Komunitas Wanita Dayak Pesaguan. Target utama PROKASI adalah mencetak tenaga perawat siap pakai yang langsung terhubung dengan bursa kerja.

Nevi Santana merespons positif tawaran taktis tersebut sebagai solusi atas kendala geografis dan finansial yang sering membatasi akses pendidikan tinggi di wilayah kecamatan. Program PROKASI dinilai memberikan kepastian masa depan bagi anak-anak perempuan Dayak Pesaguan untuk memperoleh keahlian profesional dan lapangan pekerjaan pasca-kelulusan sekolah menengah.

Pertemuan ditutup dengan apresiasi dari pihak komunitas atas inisiatif Franciscus Sibarani yang menginstruksikan timnya melakukan kunjungan lapangan secara langsung. Metode “jemput bola” hingga ke tingkat kecamatan ini dinilai efektif dalam memastikan program kedewanan, baik di bidang ekonomi maupun sektor pendidikan, langsung menjangkau dan menjawab kebutuhan masyarakat.

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP