KETAPANG, ZONAKALBAR.COM – Dimomen Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (Raker LPTQ) Kabupaten Ketapang, Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., selaku ketua menegaskan pentingnya soliditas, solidaritas, serta perencanaan strategis dalam menjalankan roda organisasi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja (Raker) LPTQ Kecamatan Benua Kayong yang digelar di Aula Kantor Camat Benua Kayong, Rabu (8/4/2026).
Dalam arahannya, Satuki Huddin menyebut bahwa raker bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi dan memperkuat sinergi antar pengurus. Menurutnya, kekompakan (soliditas) dan rasa kekeluargaan (solidaritas) merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berdaya saing.
“Soliditas tanpa solidaritas tidak akan pernah terbangun dengan baik. Rasa kekeluargaan inilah yang menjadi kekuatan utama kita dalam memikul tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Baca juga:274,2 Juta Terkumpul, LAZISNU Ketapang Bantu Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan raker sebagai ruang konsultasi dan komunikasi, baik internal organisasi maupun dengan pemerintah daerah. Dukungan pemerintah, menurutnya, merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan LPTQ di semua tingkatan.
Selain itu, Satuki Huddin mendorong agar seluruh pengurus mampu merumuskan program kerja yang terukur dan berorientasi pada capaian. Setiap kegiatan, kata dia, harus memiliki target yang jelas sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan organisasi.
“Organisasi harus punya tujuan yang jelas. Ibarat bermain sepak bola, tujuan akhirnya adalah mencetak gol. Begitu pula kita, harus tahu apa yang ingin dicapai,” tegasnya.
Baca juga:Franciscus Sibarani Apresiasi Kebijakan Kantor Imigrasi Pasca Kerusuhan WNA Di Ketapang
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya melakukan identifikasi terhadap potensi, kendala, dan kelemahan yang ada, untuk kemudian dijadikan dasar dalam menyusun strategi dan solusi bersama. Ia optimistis, dengan kerja sama dan semangat gotong royong, seluruh tantangan dapat diatasi.
Lebih lanjut, Satuki Huddin menyinggung persiapan pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada 13–16 Juni 2026. Ia mengingatkan bahwa waktu persiapan yang tersisa relatif singkat, sehingga diperlukan langkah cepat dan terencana, khususnya dalam pembinaan peserta.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif pondok pesantren, TPA/TPQ, serta lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya di Kecamatan Benua Kayong, mengingat besarnya potensi yang dimiliki wilayah tersebut.
Baca juga:Nanda Hafis Jamjami Raih Runner Up 1 Lanceng Kabupaten Kubu Raya
“Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita mengelola dan melibatkan semua pihak. Dengan pembinaan yang terarah, kita optimistis dapat meraih prestasi yang membanggakan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan amanah organisasi sebagai ladang pengabdian yang bernilai ibadah.
Rapat kerja ini diharapkan mampu menghasilkan program-program strategis yang tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga meningkatkan prestasi tilawatil Qur’an di Kecamatan Benua Kayong serta Kabupaten Ketapang secara umum.
Baca juga:PKC PMII Kalbar Apresiasi 1 Tahun Kinerja Gubernur Kalimantan Barat dan 12 Capain di Tahun Pertama
Rapat dihadiri Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, H. Satukii Huddin, Polsek dan Danramil Benua Kayong, Kepala KUA, dan jajaran pengurus LPTQ Benua Kayong.
