Franciscus Sibarani: Gawai Dayak ke-40 Provinsi Kalimantan Barat Harus Jadi Motor Pariwisata dan Kebangkitan Budaya Lokal

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Perayaan Gawai Dayak ke-40 tingkat Provinsi Kalimantan Barat kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Dayak untuk mensyukuri hasil kerja, menjaga warisan leluhur, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perubahan zaman. Tahun ini, Pekan Gawai Dayak (PGD) mengangkat kekayaan tradisi dan budaya Dayak dari Kabupaten Ketapang sebagai tuan rumah, menghadirkan beragam nilai adat, seni, dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

Baca juga:Kunjungi Ketapang, Tim Franciscus Sibarani Berdialog dan Dengar Keluhan Masyarakat Mengenai Turunnya Harga Sawit

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Sibarani, menilai Gawai Dayak tidak lagi hanya dipahami sebagai pesta syukur masyarakat Dayak, tetapi telah berkembang menjadi ruang strategis untuk pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Gawai Dayak adalah identitas, kebanggaan, dan kekuatan budaya masyarakat Dayak yang diwariskan turun-temurun. Hari ini, Gawai Dayak bukan hanya tentang rasa syukur, tetapi juga tentang bagaimana budaya kita menjadi kekuatan yang dikenal lebih luas, menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi kreatif, dan membuka peluang bagi masyarakat lokal,” ujar Sibarani.

Menurutnya, kekayaan adat istiadat, ritual, tarian, musik tradisional, kuliner hingga kerajinan khas Dayak memiliki nilai budaya tinggi yang dapat menjadi daya tarik wisata unggulan Kalimantan Barat apabila terus dijaga dan dipromosikan secara berkelanjutan.
Sibarani berharap pelaksanaan Gawai Dayak ke depan semakin inklusif, mendapat dukungan lintas sektor, serta mampu melibatkan lebih banyak generasi muda agar nilai-nilai budaya tidak tergerus perkembangan zaman.

Baca juga:Rawat Kerukunan di Kalbar, Sultan Pontianak Dukung Pekan Gawai Dayak

“Saya berharap Gawai Dayak terus tumbuh menjadi panggung besar budaya Kalimantan Barat, tempat generasi muda mengenal akar identitasnya, sekaligus menjadi wajah Kalbar di tingkat nasional bahkan internasional. Budaya yang kuat akan melahirkan masyarakat yang percaya diri dan daerah yang maju,” katanya.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah dengan populasi masyarakat adat Dayak yang besar, Sibarani menegaskan dirinya terus mendorong perhatian terhadap kepentingan masyarakat Dayak, terutama dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, perjuangan terhadap masyarakat Dayak tidak cukup hanya melalui simbol atau seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan pembangunan terutama SDM yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Memperjuangkan masyarakat Dayak berarti memastikan pembangunan menjangkau kampung-kampung, pendidikan semakin terbuka, listrik desa hadir, akses ekonomi membaik, dan budaya tetap hidup. Identitas budaya harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya.

Baca juga:Tak Biarkan Mimpi Anak Pedalaman Padam, Franciscus Sibarani Jadikan Pendidikan Bagian dari Kebangkitan Nasional

Sibarani juga mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Ketapang sebagai fokus budaya pada Gawai Dayak tahun ini. Ia menilai Ketapang memiliki kekayaan adat dan tradisi yang besar serta menjadi salah satu daerah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Dayak di Kalimantan Barat.

Perayaan Gawai Dayak ke-40 Provinsi Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan tahunan, tetapi juga memperkuat semangat menjaga warisan leluhur, mempererat persatuan, dan membuka peluang baru bagi kemajuan budaya serta pariwisata Kalimantan Barat di masa depan.

IKUTI ZONA KALBAR COM DI GOOGLE NEWS / BERLANGGANAN ZONA KALBAR COM MELALUI WHATSAPP