Layanan Kesehatan Puskesmas Korpri Sungai Raya Dalam: Jemput Bola Beri Perlindungan ke Warga

ZONA KALBAR COM, KUBU RAYA – Kehadiran perwakilan Puskesmas Korpri dalam Musyawarah Desa (Musdes) pada Rabu (24/6/2026) bukan sekadar formalitas birokrasi tahunan. Di hadapan para tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kader kesehatan yang memadati aula pertemuan, sebuah ikhtiar besar bernama Program Salju Terpadu dipaparkan sebagai peta jalan baru menuju transformasi kesehatan warga Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Bukan rahasia lagi bahwa aksesibilitas dan kecepatan penanganan medis di tingkat desa kerap berkejaran dengan rentang jarak dan waktu. Program Salju—yang merupakan akronim dari Solusi Layanan Kesehatan Jemput Bola—hadir untuk memutus mata rantai keterlambatan tersebut. Melalui pendekatan yang bergerak bak bola salju, gerakan ini dirancang untuk menggulung, membesar, dan berdampak masif dari satu rukun tetangga ke rukun tetangga lainnya.

Baca Juga: Menantang Maut di Air Tenang: Tragedi Nelayan Kubu Raya yang Diterkam Buaya

Secara rasional, program ini mengikis batasan dinding puskemas dengan menerapkan sistem proaktif yang langsung terjun ke tengah pemukiman warga demi memperluas akses, mengoptimalkan mutu layanan, serta mempercepat penanganan kesehatan keluarga.

Fokus paling krusial dari manifestasi “jemput bola” ini adalah memberikan perlindungan total bagi masyarakat yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Program Salju Terpadu mengover penuh warga yang didera sakit parah namun terisolasi oleh kendala fisik, ekonomi, maupun geografis, sehingga mereka yang tidak mampu melangkah ke puskesmas tetap mendapatkan hak medisnya secara terhormat di ranjang rumah mereka sendiri.

Di samping itu, program ini mengakar pada tiga pilar utama: sistem peringatan dini komunitas untuk memangkas waktu rujukan darurat, aksi konvergensi penanganan tengkes (stunting) secara real-time, serta edukasi sanitasi total untuk menurunkan angka penyakit menular seperti DBD dan diare.

Menanggapi peluncuran gerakan kemanusiaan ini, Plt. Kepala Puskesmas Korpri Samfidia, A.Md.AK menekankan pentingnya membalikkan paradigma kesehatan lama yang telanjur mengakar.

Baca Juga: Tiga Hari Menggeliat, Expo UMKM Perumda Menanjak Bahagia Kubu Raya Resmi Ditutup

“Kesehatan sejati tidak ditemukan di ruang perawatan rumah sakit, melainkan tumbuh di dalam rumah-rumah warga yang dipedulikan,” ujarnya Sam penuh optimisme.

“Melalui Program Salju Terpadu, kami tidak lagi menunggu pasien datang dalam kondisi kritis. Kami mendatangi mereka, mengetuk pintu mereka, dan memastikan tidak ada satu pun warga—terutama mereka yang tak berdaya untuk berjalan ke puskesmas—yang tertinggal dalam mendapatkan layanan medis. Kita sedang membangun sebuah ekosistem di mana negara hadir langsung di garis depan pertahanan keluarga.”tegas sam.

Proyeksi dampak yang dibawa oleh Program Salju Terpadu pun dinilai sangat terukur dan realistis bagi dinamika populasi di Desa Sungai Raya Dalam. Dengan memindahkan fokus dari pengobatan kuratif ke pencegahan preventif dan penanganan proaktif yang agresif, program ini diprediksi mampu menurunkan angka kesakitan warga hingga tiga puluh persen dalam satu tahun ke depan.

Secara ekonomi, kemandirian dan kecepatan penanganan ini akan menyelamatkan keuangan rumah tangga dari beban biaya pengobatan mahal yang sering kali membengkak akibat keterlambatan penanganan medis.

Baca Juga: Cuaca Pontianak dan Kubu Raya Hari Ini 23 Juni 2026 Berawan dan Berpotensi Hujan Ringan.

Sinergi taktis ini disambut hangat oleh pemerintah setempat. Pj. Kepala Desa Sungai Raya Dalam Hendry Purwanto ,SE melihat program ini sebagai momentum krusial untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong warga dalam dimensi yang lebih modern dan berdampak nyata.
“Program Salju Terpadu adalah jawaban atas kegelisahan kami mengenai ketahanan sosial warga,” ungkap Hendry Purwanto,SE selaku Pj. Kepala Desa Sungai Raya Dalam.

” Ini bukan sekadar program dinas kesehatan, ini adalah gerakan kemanusiaan kita bersama. Pemerintah desa berkomitmen penuh mengintegrasikan sebagian Alokasi Dana Desa untuk memastikan para kader Posyandu balita,lansia serta tenaga medis di lapangan memiliki dukungan yang kokoh untuk bergerak. Kami ingin membuktikan bahwa dari Sungai Raya Dalam, sebuah desa mampu berdaulat dan mandiri secara kesehatan.” pungkasnya.

Ketika Musyawarah Desa tersebut ditutup dengan komitmen bersama, sebuah langkah besar resmi dimulai di Kubu Raya. Kolaborasi erat antara otoritas kesehatan dan pemerintah desa ini mengirimkan pesan kuat ke wilayah lain: bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian lokal untuk memperjuangkan dan melindungi setiap nyawa warga secara nyata, setara, dan bermartabat.

Penulis

Ade Putra
Ade Putra
Ade Khairul Arya Putra adalah penulis zonaalbar.com, Media Informasi dan Jaringan Kalbar. Aktif menulis isu politik, ekonomi, pemerintahan, dan pembangunan daerah di Kalimantan Barat sejak 2026.
Visited 8 times, 8 visit(s) today