PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Kalimantan Barat memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar. Namun bagi Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, kekayaan tersebut harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia, terutama generasi muda daerah.
Sibarani menilai, anak-anak Kalimantan Barat harus dipersiapkan bukan sekadar menjadi penonton di tengah berkembangnya investasi dan industri, tetapi menjadi tenaga ahli, profesional, teknisi, pengusaha hingga pemimpin di daerahnya sendiri.
“Kalimantan Barat memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Tetapi kekuatan terbesar kita ke depan harus ada pada manusianya. Anak-anak muda Kalbar harus kita siapkan agar mereka menjadi pemain utama dalam pembangunan, bukan hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar Sibarani.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Kalimantan Barat pada 2025 mencapai Rp328,57 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen.
Baca juga:Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjagawa
Kalimantan Barat juga menjadi bagian penting dalam hilirisasi sumber daya alam nasional. Salah satu contohnya adalah keberadaan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Kabupaten Mempawah yang memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta ton alumina per tahun.
Menurut Sibarani, perkembangan industri dan hilirisasi tersebut harus diikuti dengan kesiapan SDM lokal agar semakin banyak anak Kalimantan Barat mampu mengambil posisi strategis dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Sibarani Peduli Pendidikan. Sebanyak lima anak asal Kalimantan Barat mendapatkan beasiswa dan diberangkatkan ke Tiongkok untuk menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi.
Bagi Sibarani, keberangkatan lima anak tersebut bukan hanya mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang bagi Kalimantan Barat.
“Lima anak yang berangkat ke Tiongkok ini mungkin jumlahnya belum banyak, tetapi saya ingin mereka menjadi awal. Kita ingin semakin banyak anak Kalimantan Barat mendapatkan kesempatan belajar, menguasai ilmu dan teknologi, kemudian suatu hari kembali memberikan manfaat bagi daerahnya,” kata Sibarani.
Ia menilai pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utama agar masyarakat lokal mendapatkan manfaat maksimal dari perkembangan investasi dan kekayaan sumber daya alam Kalbar.
Baca juga:Kemarau Panjang di Kalimantan, Franciscus Sibarani Soroti Pesan di Balik Ritual Nuba Masyarakat Adat
Menurutnya, semakin besar industri yang berkembang, semakin besar pula kebutuhan akan tenaga kerja dengan kemampuan teknik, teknologi, manajemen dan berbagai kompetensi profesional lainnya.
“Kalau industri berkembang di Kalimantan Barat, saya ingin anak-anak daerah juga tumbuh bersama industri itu. Mereka harus punya pendidikan dan keterampilan yang membuat mereka mampu menjadi teknisi, insinyur, profesional, bahkan suatu hari menjadi pemimpin industri di daerahnya sendiri,” ujarnya.
SDA Besar Harus Diikuti SDM Berkualitas
Pembangunan kualitas manusia Kalimantan Barat terus menunjukkan perkembangan. BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat pada 2025 mencapai 72,09, meningkat dari 71,19 pada tahun sebelumnya.
Sibarani menilai peningkatan tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, BUMN, dunia usaha dan masyarakat dalam membuka akses pendidikan, beasiswa, pendidikan vokasi, pelatihan dan penguasaan teknologi bagi generasi muda.
Baca juga:Kemarau Panjang di Kalimantan, Franciscus Sibarani Soroti Pesan di Balik Ritual Nuba Masyarakat Adat
Program Sibarani Peduli Pendidikan menjadi salah satu upaya yang dilakukannya untuk memperluas kesempatan tersebut.
“Bagi saya, membantu pendidikan satu anak bukan hanya berbicara tentang masa depan satu orang. Kita sedang menanam investasi untuk masa depan Kalimantan Barat. Ketika mereka punya ilmu, pengalaman dan kemampuan, saya berharap semua itu suatu hari kembali menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” tutur Sibarani.
Lima anak Kalimantan Barat yang menempuh pendidikan di Tiongkok tersebut diharapkan mampu memperoleh ilmu, pengalaman internasional dan kemampuan teknologi yang dapat menjadi bekal untuk bersaing di tengah perkembangan ekonomi global.
Sibarani berharap kesempatan seperti itu ke depan dapat semakin terbuka bagi generasi muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Baca juga:Lewat PROKASI, Franciscus Sibarani Hadirkan Pilihan Pendidikan dan Karier bagi Anak Muda Kalbar
“Anak Kalbar jangan takut bermimpi besar. Kita harus membuka jalan sebanyak mungkin agar mereka bisa belajar, berkembang dan melihat dunia. Kalimantan Barat sudah kaya sumber daya alam, sekarang tugas kita adalah memastikan daerah ini juga kaya sumber daya manusia yang berkualitas,” tutup Sibarani.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- September 6, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Kalbar Kaya Sumber Daya Alam, Anak Mudanya Harus Jadi Pemain Utama
- September 4, 2026BeritaGotong Royong untuk Sesama, Franciscus Sibarani Bersama PLN Kalbar Bersinergi dalam Karya Sosial Paroki Sungai Pinyuh di Mempawah
- September 4, 2026BeritaFranciscus Sibarani Buka Jalan Pendidikan ke Tiongkok Lewat Beasiswa Pendidikan, Tesar Wijaya dan Muhamad Aziz Cetak Sejarah untuk SMKN 1 Ketapang
- September 3, 2026BeritaFranciscus Sibarani Lepas Lima Anak Kalbar ke Tiongkok, Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

