ZONAKALBAR.COM, KUBU RAYA – Kabupaten Kubu Raya kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat regional. Dalam ajang evaluasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Kubu Raya berhasil meraih predikat Kabupaten Terbaik III Wilayah Kalimantan sekaligus menjadi daerah terbaik di Kalimantan Barat dalam implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi layanan pemerintahan.
Baca: BMKG Kalbar: Cuaca Pontianak dan Kubu Raya Hari Ini, Sabtu 20 Juni 2026 Berpotensi Hujan Ringan
“Alhamdulillah, Kubu Raya berhasil masuk tiga besar se-Kalimantan dan menjadi yang terbaik di Kalimantan Barat. Ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus dipertahankan. Namun penghargaan bukan tujuan utama, melainkan bonus dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Sujiwo saat menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TP2DD Kabupaten Kubu Raya di Kantor Bupati Kubu Raya.
Digitalisasi Daerah Jadi Kunci Tata Kelola Keuangan yang Transparan
Sujiwo menegaskan bahwa Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) merupakan bagian penting dari transformasi digital yang harus diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjadi solusi untuk menciptakan sistem keuangan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Dengan sistem transaksi berbasis elektronik, potensi kebocoran anggaran maupun pungutan liar dapat ditekan secara signifikan.
“Melalui digitalisasi transaksi pemerintah daerah, kebocoran anggaran dapat diminimalisir dan tata kelola keuangan menjadi lebih bersih serta transparan. Inilah tujuan utama yang ingin kita capai,” katanya.
Baca: Peringati HLUN 2026, Bupati Kubu Raya Ajak Lansia jaga Kesehatan
TP2DD Bukan Hanya Tanggung Jawab Bapenda
Bupati Sujiwo mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi TP2DD tidak hanya menjadi tugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), melainkan tanggung jawab seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia meminta seluruh instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Kubu Raya menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung digitalisasi layanan publik.
Baca: Ratusan Penerima Bansos di Kubu Raya Dicoret Akibat Judi Online
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital hanya dapat dicapai apabila seluruh perangkat daerah bergerak secara bersama dan terintegrasi.
“Digitalisasi daerah adalah tanggung jawab bersama. Semua OPD yang terkait harus bekerja secara kolaboratif dan meninggalkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Kubu Raya Hadapi Tantangan Fiskal
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi tantangan cukup besar.
Baca: Ngamen ke Jakarta, Bupati Sujiwo Perjuangkan Infrastruktur Kubu Raya
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Kabupaten Kubu Raya mengalami pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp397 miliar atau hampir mencapai Rp400 miliar.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Kubu Raya telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari penghematan anggaran, optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, hingga memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Baca: Ngamen ke Jakarta, Bupati Sujiwo Perjuangkan Infrastruktur Kubu Raya
Potensi PAD Kubu Raya Masih Sangat Besar
Meski berhasil menjadi salah satu daerah terbaik dalam implementasi TP2DD, Sujiwo mengakui kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap total belanja daerah masih tergolong rendah.
Saat ini, kontribusi PAD Kubu Raya baru berada di kisaran 14 persen dari total kebutuhan belanja daerah.
Padahal, menurutnya, potensi PAD Kabupaten Kubu Raya masih sangat besar dan dapat menembus angka lebih dari Rp500 miliar apabila seluruh potensi pendapatan digali secara optimal.
Baca: Membaca Kepemimpinan Bupati Kubu Raya Sujiwo: Humanis dan Inovatif Membangun Daerah
“Potensi pendapatan daerah kita sebenarnya bisa mencapai lebih dari Rp500 miliar. Saat ini kontribusi PAD terhadap total belanja daerah masih sekitar 14 persen, sehingga masih banyak ruang yang harus kita optimalkan,” jelasnya.
Digitalisasi Diharapkan Dongkrak Pendapatan Daerah
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dapat semakin diperluas di berbagai sektor pelayanan publik.
Selain meningkatkan kemudahan transaksi bagi masyarakat, sistem digital juga diharapkan mampu meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan keuangan.
Baca: Ratusan Penerima Bansos di Kubu Raya Dicoret Akibat Judi Online
Dengan dukungan seluruh perangkat daerah, Kubu Raya optimistis mampu meningkatkan PAD sekaligus mempertahankan prestasi sebagai daerah terbaik dalam implementasi digitalisasi pemerintahan di Kalimantan Barat.
“Harapan kita, tata kelola keuangan daerah semakin profesional, transparan, bersih, dan akuntabel sehingga mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkas Sujiwo.**

