Hadiri Launching Core Business Perumda Kubu Raya, Franciscus Sibarani Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

KUBU RAYA, ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani, mendorong Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Kabupaten Kubu Raya menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga pasar global.

Baca juga:Produk Unggulan UMKM Kubu Raya dan Tantangan di Era Digital

Hal itu disampaikan Sibarani saat menghadiri Launching Core Business Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Rabu, 17 Juni 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kubu Raya Sujiwo, S.E., M.Sos., Direktur Perumda Aneka Usaha Kubu Raya Uray Emma Yaniaries, S.E., serta para pelaku UMKM se-Kubu Raya. Kehadiran pemerintah daerah, Perumda, dan pelaku usaha lokal ini menunjukkan adanya semangat bersama untuk memperkuat ekonomi daerah dari sektor yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu UMKM.

Menurut Sibarani, launching core business Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat. Ia menilai, Perumda memiliki posisi strategis karena dapat menjadi penghubung antara produk-produk masyarakat dengan akses pasar yang lebih luas.

Baca juga:Franciscus Sibarani Perkuat Iklim Pendidikan dan Ketenagakerjaan Orang Muda Kalbar Lewat Program PROKASI

“UMKM Kubu Raya ini punya potensi besar. Banyak produk yang kualitasnya sudah baik, tinggal bagaimana kita memperkuat pendampingan, memperbaiki kemasan, menata pengelolaan keuangan, dan yang paling penting membuka akses pasar,” ujar Sibarani.

Sibarani menegaskan, akses pasar yang perlu dibuka tidak boleh hanya berhenti pada pasar lokal. Menurutnya, salah satu fungsi penting Perumda adalah memperluas jangkauan pemasaran produk daerah agar mampu masuk ke jaringan yang lebih besar, termasuk pasar nasional dan global.

“Justru aksesnya bukan hanya ke nasional, tetapi juga ke global. Karena salah satu fungsi Perumda ini adalah membuka akses pasar yang mungkin selama ini masih terbatas di lokal saja. Saya berharap produk seperti beras, gula, kerajinan tangan, dan produk unggulan lainnya bisa dibukakan pasarnya lebih luas,” kata Sibarani.

Baca juga:Bandara Supadio Pontianak Siapkan Rute Internasional Baru, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kalbar

Ia menilai, selama ini banyak pelaku UMKM memiliki produk yang layak bersaing, namun masih menghadapi tantangan dalam pemasaran, jaringan distribusi, legalitas, pembiayaan, standardisasi, dan kepastian pembeli. Karena itu, keberadaan Perumda diharapkan tidak hanya menjadi badan usaha daerah, tetapi juga menjadi instrumen yang membantu pelaku UMKM naik kelas.

“Satu sisi Pemda melakukan pendampingan kepada UMKM. Di sisi lain, Perumda dapat mengambil peran membuka akses pasar. Ini yang penting, karena UMKM tidak cukup hanya diberi ruang pamer, tetapi juga harus dibantu agar produknya benar-benar masuk ke pasar,” katanya.

Sibarani juga mengapresiasi komitmen Bupati Kubu Raya Sujiwo yang menempatkan Perumda sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah atau PAD pada masa mendatang. Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi penting agar Perumda dapat bekerja lebih optimal dan terhubung dengan arah pembangunan ekonomi daerah.

Baca juga:Dari Kopi Liberikayong hingga Tenun Dayak, Franciscus Sibarani Dorong KI Kalimantan Barat Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

“Komitmen Bupati Kubu Raya ini sangat penting. Ketika pemerintah daerah memberi ruang dan dukungan, maka Perumda bisa bergerak lebih kuat. Apalagi kalau Perumda mampu mengelola potensi daerah dan melibatkan UMKM, dampaknya bukan hanya pada PAD, tetapi juga pada ekonomi masyarakat,” ujar Sibarani.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya Sujiwo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia yang telah menjalankan berbagai program usaha meskipun hingga saat ini belum memperoleh penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Sujiwo, langkah yang dilakukan Perumda menunjukkan semangat kerja, kreativitas, dan inovasi dalam mengembangkan usaha serta menggali potensi daerah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran pemerintah.

“Belum ada penyertaan modal dari pemerintah daerah, tetapi Perumda sudah mampu bergerak dan meluncurkan berbagai usaha. Ini menjadi contoh semangat kerja dan pengabdian yang patut diapresiasi,” ujar Sujiwo.

Baca juga:DPR Bahas RUU Desain Industri, Golkar Tekankan Perlindungan UMKM, IKM, dan Desainer Lokal

Sujiwo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Perumda ke depan dapat menjadi harapan dan tumpuan daerah, bukan hanya dalam menghasilkan keuntungan, tetapi juga dalam memberikan dampak berganda bagi masyarakat.

“Saya yakin dan percaya Perumda ini ke depan menjadi harapan dan tumpuan. Bukan semata-mata soal keuntungan, tetapi juga multiplier effect yang ditimbulkan, seperti penyerapan tenaga kerja, dukungan terhadap UMKM, pertanian, perikanan, hingga sektor pariwisata,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sibarani menilai pandangan Bupati Sujiwo sejalan dengan kebutuhan daerah untuk memperkuat ekonomi rakyat. Menurutnya, Perumda harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dengan membuka ruang kolaborasi bersama UMKM, petani, nelayan, pelaku usaha kreatif, dan sektor-sektor produktif lainnya.

Baca juga:Bupati Sujiwo Tegaskan Puskesmas Harus Siaga 24 Jam Layani Masyarakat

“Kalau Perumda bergerak dengan orientasi yang tepat, maka dampaknya bisa sangat luas. Bukan hanya memperkuat perusahaan daerah, tetapi juga menyentuh petani, pelaku UMKM, tenaga kerja lokal, dan masyarakat yang selama ini membutuhkan akses pasar,” ujar Sibarani.

Sibarani juga mengapresiasi langkah Direktur Perumda Aneka Usaha Kubu Raya, Uray Emma Yaniaries, S.E., yang mendorong Perumda hadir sebagai wadah penghubung pelaku UMKM dengan akses pasar, permodalan, dan peningkatan kapasitas usaha. Menurutnya, fungsi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan UMKM saat ini.

“Perumda harus menjadi instrumen daerah yang bekerja konkret. Tidak hanya mengelola usaha, tetapi juga membantu membuka jalan bagi UMKM agar produknya bisa dikenal, dipasarkan, dan diterima oleh konsumen yang lebih luas,” katanya.

Dalam kegiatan Expo UMKM tersebut, berbagai produk lokal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kubu Raya turut ditampilkan. Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hasil olahan pangan, hingga produk unggulan masyarakat lainnya. Kehadiran para pelaku UMKM se-Kubu Raya memperlihatkan bahwa daerah ini memiliki kekuatan ekonomi lokal yang besar apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Baca juga:Franciscus Sibarani Perkuat SDM Kesehatan Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Caregiver bagi Guru SMKN 1 Ketapang

Sibarani menyampaikan, UMKM se-Kubu Raya merupakan wajah nyata dari ekonomi rakyat. Di balik setiap produk yang ditampilkan, terdapat kerja keras keluarga, kreativitas masyarakat, dan potensi daerah yang dapat terus dikembangkan. Karena itu, expo seperti ini harus menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring, bukan hanya menjadi kegiatan pameran sesaat.

“Yang hadir di sini bukan sekadar pelaku usaha kecil. Mereka adalah penggerak ekonomi keluarga dan ekonomi daerah. Kalau UMKM kuat, maka daya tahan ekonomi masyarakat juga semakin kuat,” ujar Sibarani.

Menurut Sibarani, pengembangan UMKM tidak bisa dikerjakan secara parsial. UMKM membutuhkan pendampingan dari pemerintah, dukungan pembiayaan dari perbankan, akses legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, promosi yang konsisten, serta keberpihakan lembaga daerah dalam membuka pasar.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, UMKM lokal akan lebih siap bersaing. Kita ingin produk-produk Kubu Raya tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga bisa masuk ke pasar regional, nasional, bahkan menembus pasar global,” ujarnya.

Baca juga:10 Oleh-Oleh Khas Pontianak yang Paling Dicari Wisatawan, Lengkap dengan Alamat 

Sibarani juga menyoroti sejumlah produk lokal Kubu Raya yang dinilai memiliki prospek kuat, seperti beras, gula, kerajinan tangan, produk olahan pangan, dan berbagai hasil produksi masyarakat dari kecamatan-kecamatan di Kubu Raya. Ia menilai produk-produk tersebut dapat berkembang lebih jauh apabila didukung dengan standardisasi, kontinuitas produksi, pengemasan yang menarik, dan jalur pemasaran yang jelas.

“Potensinya ada. Tinggal diperkuat dari sisi kualitas, kontinuitas produksi, kemasan, dan akses pasar. Kalau ini berjalan, UMKM bukan hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Sibarani berharap Perumda Aneka Usaha Kubu Raya dapat terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, perbankan, koperasi, dunia usaha, dan jaringan distribusi yang lebih luas. Ia menilai Perumda harus mampu hadir sebagai lembaga daerah yang bekerja konkret, bukan hanya dalam pengelolaan usaha, tetapi juga dalam memperkuat ekonomi rakyat.

“Perumda harus menjadi rumah besar kolaborasi. Kalau UMKM tumbuh, ekonomi daerah juga bergerak. Kalau pasar terbuka, produksi meningkat. Pada akhirnya, yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat Kubu Raya sendiri,” ujar Sibarani.

Baca juga:Gelar Kunjungan Kerja di LPKA Kubu Raya, Franciscus Sibarani Apresiasi Peran Yayasan SEPAKAT dan Dorong Sinergi Multipihak

Ia menegaskan, penguatan UMKM dan Perumda sejalan dengan kebutuhan daerah untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM lokal dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat PAD, dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

“Launching core business ini harus kita lihat sebagai langkah awal. Setelah ini, yang paling penting adalah keberlanjutan programnya. UMKM harus terus didampingi, pasar harus terus dibuka, dan Perumda harus menjadi bagian dari solusi bagi ekonomi masyarakat,” tutup Sibarani.

Visited 3 times, 3 visit(s) today