Bupati Sujiwo Tegaskan Puskesmas Harus Siaga 24 Jam Layani Masyarakat

ZONA KALBAR COM, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus tetap berjalan tanpa mengenal hari libur. Seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Kubu Raya diminta memastikan tenaga kesehatan dan petugas farmasi selalu tersedia selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada warga.

Penegasan tersebut disampaikan Sujiwo pada Sabtu, 13 Juni 2026, setelah menerima laporan adanya warga yang kesulitan menebus obat karena tidak ada petugas farmasi yang berjaga di Puskesmas Korpri.

Baca Juga: Peringati HLUN 2026, Bupati Kubu Raya Ajak Lansia jaga Kesehatan

Menurut Sujiwo, kondisi sakit tidak dapat diprediksi dan tidak mengenal waktu. Karena itu, pelayanan kesehatan harus tetap tersedia baik pada hari kerja, akhir pekan, maupun saat libur nasional.

“Masyarakat bisa membutuhkan layanan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, setiap puskesmas wajib memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan selalu siaga untuk melayani masyarakat,” ujar Sujiwo.

Ia menekankan tidak boleh ada kekosongan pelayanan di fasilitas kesehatan, termasuk pada unit farmasi. Pengaturan jam istirahat petugas harus dilakukan secara bergantian agar pelayanan tetap berjalan normal.

Baca Juga: Gunung Ambawang Kubu Raya: Wisata Alam Kalimantan Barat Favorit

Sujiwo mengaku prihatin setelah menerima laporan adanya warga yang tidak dapat menebus obat karena petugas farmasi sedang tidak berada di tempat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terulang lagi.

“Jika ada petugas yang sedang beristirahat, harus ada sistem piket atau pergantian tugas sehingga pelayanan tetap tersedia bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menyoroti kesiapan petugas, Sujiwo juga meminta perhatian serius terhadap ketersediaan obat-obatan di seluruh fasilitas kesehatan. Ia mengungkapkan masih menerima sejumlah laporan terkait keterbatasan stok obat di beberapa tempat.

Baca Juga: Produk Unggulan UMKM Kubu Raya dan Tantangan di Era Digital

Meski pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal, Sujiwo menegaskan kebutuhan obat tidak boleh diabaikan karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat.

Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebutuhan dan ketersediaan obat, kemudian melaporkannya kepada Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar dapat menjadi prioritas dalam penganggaran.

“Yang terpenting, pelayanan kesehatan masyarakat tidak boleh terganggu,” katanya.

Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, baik di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Menurutnya, pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas harus menjadi standar di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Baca Juga: Bersama Fatayat NU Kubu Raya, Franciscus Sibarani Tegaskan Pentingnya Menjaga Kebhinekaan di Tengah Tantangan Zaman

Sujiwo juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara, khususnya tenaga kesehatan, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital. Ia menilai kritik dan masukan yang muncul di media sosial harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan publik.

“Di era digital saat ini, masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan penilaian terhadap pelayanan pemerintah. Karena itu, setiap masukan harus dijadikan bahan perbaikan agar kepercayaan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Sujiwo berharap seluruh jajaran Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, serta tenaga kesehatan dapat menjadikan kejadian di Puskesmas Korpri sebagai pelajaran untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia optimistis, dengan komitmen dan kerja bersama, pelayanan kesehatan di Kabupaten Kubu Raya akan semakin cepat, profesional, dan berkualitas sehingga mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat.