KUBU RAYA, ZONAKALBAR.COM – Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kubu Raya terus menunjukkan daya tahan sekaligus kreativitas yang patut diapresiasi. Berbekal sumber daya lokal yang melimpah, berbagai produk khas daerah berhasil berkembang dari usaha rumahan menjadi komoditas yang dikenal hingga pasar nasional.
Dari keripik ubi jalar yang renyah hingga serundeng tradisional berbahan kelapa, UMKM Kubu Raya membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing dengan merek-merek besar apabila didukung inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat.
Baca juga: Tips Jualan Produk UMKM Kalbar di TikTok Shop
Ubi Jalar Naik Kelas Menjadi Produk Bernilai Tambah
Selama ini ubi jalar dikenal sebagai komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan masyarakat pedesaan. Namun di tangan pelaku UMKM Kubu Raya, bahan pangan sederhana tersebut berhasil diolah menjadi keripik dengan berbagai varian rasa yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Produk keripik ubi jalar asal Kubu Raya bahkan pernah menjadi salah satu produk unggulan yang dipromosikan dalam berbagai kegiatan UMKM tingkat nasional. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengolahan hasil pertanian lokal dapat menjadi solusi meningkatkan pendapatan petani sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Baca juga: Menteri UMKM Tegaskan Pinjaman KUR Rp 100 Juta Tanpa Agunan, Melanggar Subsidi Tak Dicairkan
Kemasan yang semakin modern dan kualitas produk yang terus ditingkatkan menjadi faktor penting yang membuat keripik ubi jalar mampu menarik perhatian konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.
Serundeng Tradisional yang Menjaga Cita Rasa Nusantara
Selain keripik ubi jalar, produk serundeng tradisional juga menjadi salah satu kebanggaan UMKM Kubu Raya. Dibuat dari kelapa pilihan dan diproses menggunakan resep turun-temurun, serundeng khas daerah ini menawarkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan pada produk pabrikan.
Keunggulan serundeng Kubu Raya terletak pada penggunaan bahan baku lokal berkualitas serta proses produksi yang tetap mempertahankan kearifan tradisional. Tidak heran jika produk ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dan semakin dikenal di luar Kalimantan Barat.
Baca juga: Menteri UMKM Tegaskan Pinjaman KUR Rp 100 Juta Tanpa Agunan, Melanggar Subsidi Tak Dicairkan
Bagi banyak pelaku UMKM, mempertahankan kualitas merupakan kunci utama untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus memperluas pasar.
UMKM Menjadi Penopang Ekonomi Daerah
Keberadaan UMKM tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Ribuan UMKM yang tersebar di berbagai kecamatan di Kubu Raya telah menyerap tenaga kerja dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah fluktuasi ekonomi global, sektor UMKM terbukti menjadi salah satu penyangga ekonomi yang paling tangguh. Ketika sektor formal mengalami perlambatan, banyak masyarakat yang tetap dapat memperoleh penghasilan melalui usaha kecil yang mereka jalankan.
Baca juga: Tingkatkan Kreatifitas, GMNI Dorong Pemkab Kubu Raya Dampingi UMKM
Karena itu, penguatan UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Tantangan di Era Digital
Meski memiliki potensi besar, pelaku UMKM Kubu Raya masih menghadapi sejumlah tantangan. Akses pasar yang terbatas, permodalan, sertifikasi produk, hingga kemampuan pemasaran digital menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Saat ini, perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada platform digital menuntut UMKM untuk beradaptasi. Kehadiran media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran digital menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha.
Baca juga: LAZISNU Kalbar Salurkan Bantuan Ekonomi Kepada Pelaku UMKM
Mereka yang mampu memanfaatkan teknologi dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional.
Masa Depan Produk Lokal Kubu Raya
Potensi UMKM Kubu Raya masih sangat besar untuk dikembangkan. Dukungan pemerintah daerah, lembaga keuangan, BUMN, serta komunitas bisnis menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing produk lokal.
Dengan inovasi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta penguatan branding daerah, berbagai produk unggulan seperti keripik ubi jalar, serundeng tradisional, dan aneka olahan pangan lainnya berpeluang menjadi ikon ekonomi kreatif Kubu Raya.
Baca juga: Gelar FGD dan Deklarasi, Asosiasi UMKM Singkawang Dorong Pelaku Usaha Gunakan Hak Pilih
Keberhasilan UMKM tersebut membuktikan bahwa produk lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menembus pasar nasional. Dari desa-desa di Kubu Raya, lahir karya-karya yang membawa nama daerah sekaligus menjadi simbol semangat kemandirian ekonomi masyarakat.

