PAD Kubu Raya Tembus Rp147 Miliar, Bapenda Bidik Penunggak Pajak Besar

ZONA KALBAR COM, KUBU RAYA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kubu Raya terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juni 2026, PAD Kubu Raya tembus Rp147 Miliar. Capaian Pemerintah daerah dalam  penerimaan pajak dan retribusi menandakan fondasi fiskal daerah semakin menguat di tengah tantangan ekonomi.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kubu Raya menunjukkan realisasi penerimaan pajak dan retribusi telah mencapai Rp147,29 miliar atau sekitar 52,80 persen dari target tahunan sebesar Rp278,97 miliar. Angka tersebut melampaui target semester pertama yang dipatok sebesar 40 persen.

Kepala Bapenda Kubu Raya, Maria Agustina, mengatakan capaian PAD Kubu Raya tersebut menjadi sinyal bahwa strategi penguatan pendapatan daerah mulai memberikan hasil.

“Target triwulan kedua di semester pertama telah tercapai. Kami akan terus memperkuat upaya optimalisasi agar realisasi hingga akhir tahun dapat melampaui target,” ujarnya.

Pajak Daerah Masih Menjadi Mesin Utama PAD Kubu Raya

Kontributor terbesar berasal dari sektor pajak daerah dengan realisasi mencapai Rp111,15 miliar atau 51,94 persen dari target tahunan.

Sementara itu, penerimaan dari retribusi daerah menyentuh Rp36,13 miliar atau 55,63 persen dari target yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut ditopang sejumlah sektor strategis, mulai dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Air Tanah, hingga opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Di sisi retribusi, penyumbang terbesar berasal dari pelayanan kesehatan BLUD, retribusi pasar, pelayanan persampahan dan kebersihan, serta retribusi penggunaan tenaga kerja asing.

Fokus Bergeser ke Potensi Pajak yang Belum Tergarap

Meski target semester pertama berhasil dilewati, Bapenda menilai ruang peningkatan PAD Kubu Raya masih sangat besar.

Karena itu, pemerintah daerah kini mengalihkan fokus pada optimalisasi potensi yang belum tergarap maksimal melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah.

Kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, hingga Satgas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah menjadi strategi utama untuk memperluas basis penerimaan.

Menurut Maria Agustina, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar seluruh potensi pajak dapat tercatat dan dipungut sesuai ketentuan.

Penunggak Pajak Skala Besar Mulai Dibidik

Di balik capaian positif PAD Kubu Raya tersebut, Pemerintah Kabupaten daearah uga mulai mengambil langkah tegas terhadap wajib pajak yang menunggak dalam jumlah besar.

Langkah ini menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai adanya kewajiban pajak yang belum diselesaikan sejumlah wajib pajak.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan PAD untuk mengejar target penerimaan yang diproyeksikan bisa mencapai Rp300 miliar.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain aktivitas galian pasir, usaha pertambangan mineral bukan logam, perkebunan sawit, hingga sektor properti yang diduga belum memenuhi kewajiban perpajakan secara optimal.

Pemkab juga akan melakukan pemeriksaan terhadap puluhan perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran terkait perizinan maupun kewajiban pajak.

Sanksi Hukum Menanti Penunggak Pajak

Pemerintah memastikan pendekatan persuasif tetap menjadi langkah awal. Namun apabila hingga tiga kali surat peringatan tidak diindahkan, kasus tersebut dapat diteruskan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Langkah ini diharapkan memberi efek jera sekaligus menciptakan keadilan bagi pelaku usaha yang selama ini taat memenuhi kewajiban pajaknya.

PAD Kubu Raya Menjadi Penopang Pembangunan Daerah

Meningkatnya penerimaan pajak dan retribusi bukan hanya soal angka. PAD Kubu Raya menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan realisasi yang telah melampaui target semester pertama, peluang Kubu Raya menutup tahun 2026 dengan pendapatan daerah yang lebih tinggi semakin terbuka. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh potensi pajak tergali secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga: Pengumuman Kelulusan SPMB SD-SMP Kubu Raya 2026, Link Cara Cek Hasil Seleksi dan Jadwal Daftar Ulang

Baca juga: Gebrakan Investasi Hijau Kubu Raya, Perumda Menanjak Bahagia Bidik Kemandirian Energi

Baca juga: Peta Investasi Kalbar 2026: Mempawah Paling Cerah, Kubu Raya Tren Positif, Pontianak Pusat Ekonomi Modern

Penulis

Ade Putra
Ade Putra
Ade Khairul Arya Putra Ade merupakan penulis di Zonakalbar.com yang fokus menyajikan berita aktual, informatif, dan terpercaya mengenai berbagai peristiwa di Kalimantan Barat maupun tingkat nasional. Liputannya mencakup isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi, olahraga, pendidikan, hingga peristiwa umum. Dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang akurat, berimbang, dan cepat, Ade Putra berkomitmen menghadirkan informasi berkualitas yang memberikan manfaat bagi pembaca serta mendukung kebutuhan masyarakat akan berita yang kredibel.
Visited 1,000 times, 1 visit(s) today