Proyek IPA Baru Tirta Raya Sungai Raya Resmi Dimulai, Target Layani 8.000 Sambungan Rumah

KUBU RAYA – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru milik Perumda Air Minum Tirta Raya di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, resmi dimulai.

Proyek strategis yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini menjadi langkah besar pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat seiring pesatnya perkembangan wilayah Sungai Raya.

Baca juga: Menantang Maut di Air Tenang: Tragedi Nelayan Kubu Raya yang Diterkam Buaya

Baca juga:  Tiga Hari Menggeliat, Expo UMKM Perumda Menanjak Bahagia Kubu Raya Resmi Ditutup

Baca juga: Perumdam Tirta Senentang Sintang Pelajari Strategi Efisiensi Pompa di Perumda Tirta Raya Kubu Raya

Kepala Bagian Teknik dan Perencanaan Perumda Tirta Raya, Ir. Yani, S.ST, mengatakan kapasitas produksi IPA baru diperkirakan akan langsung terserap pasar dalam waktu singkat.

“Kapasitas produksi dari IPA baru ini diproyeksikan akan langsung terserap sepenuhnya oleh pasar dalam waktu 1 hingga 2 tahun ke depan. Karena itu, kami juga telah menyiapkan usulan pembangunan IPA berikutnya untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Menurutnya, apabila peningkatan kapasitas (uprating) dilakukan di masa mendatang, maka pengembangan tidak hanya pada instalasi pengolahan, tetapi juga harus disertai pembangunan jaringan perpipaan baru agar distribusi air tetap optimal.

Target Tambah 5.000–8.000 Sambungan Rumah

Perumda Tirta Raya telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan IPA secara mandiri. Sementara pengembangan jaringan distribusi akan didukung melalui pembangunan jaringan perpipaan JDL yang dibiayai Dana DDUB.

Dengan dukungan tersebut, proyek ini ditargetkan mampu menambah sekitar 5.000 hingga 8.000 Sambungan Rumah (SR), sekaligus mengurangi wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan air bersih atau blank spot di Kecamatan Sungai Raya.

Pembangunan fisik ditargetkan selesai pada akhir tahun depan sebelum memasuki tahap commissioning test atau uji fungsi untuk memastikan kualitas air memenuhi standar kesehatan sebelum disalurkan kepada pelanggan.

Hadapi Tantangan Musim Kemarau

Di sisi operasional, tantangan terbesar tetap berasal dari kondisi debit air baku yang menurun saat musim kemarau.

Kepala Seksi Perawatan dan Produksi Perumda Tirta Raya, Supra Yogi, menjelaskan bahwa penurunan volume air sungai menjadi tantangan utama dalam menjaga kontinuitas produksi.

“Tantangan utama di lapangan adalah penurunan volume air baku akibat menyusutnya debit sungai saat musim kemarau. Karena itu, kesiapan teknis pada bagian intake menjadi sangat penting,” jelasnya.

Gunakan Teknologi SCADA Modern

IPA baru di Desa Arang Limbung akan menjadi salah satu instalasi pengolahan air paling modern di Kabupaten Kubu Raya karena menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Teknologi ini memungkinkan seluruh proses produksi dipantau secara real-time, mulai dari debit air baku, pengaturan dosis bahan kimia, hingga tekanan air pada jaringan distribusi.

Selain menjaga kualitas air tetap sesuai standar Kementerian Kesehatan, sistem digital tersebut juga mampu menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih efisien.

Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan IPA baru ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Perumda Tirta Raya dalam memperluas akses air bersih bagi masyarakat.

Ketika mulai beroperasi penuh, instalasi modern tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih ribuan warga, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kubu Raya.**

Penulis

Ade Putra
Ade Putra
Ade Khairul Arya Putra adalah penulis zonaalbar.com, Media Informasi dan Jaringan Kalbar. Aktif menulis isu politik, ekonomi, pemerintahan, dan pembangunan daerah di Kalimantan Barat sejak 2026.
Visited 62 times, 62 visit(s) today