Franciscus Sibarani Perkuat SDM Kesehatan Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Caregiver bagi Guru SMKN 1 Ketapang

JAKARTA, ZONAKALBAR.COM — Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat, Franciscus Sibarani, memfasilitasi guru jurusan Asisten Keperawatan dan Caregiver SMKN 1 Kabupaten Ketapang untuk belajar langsung mengenai dunia caregiver di PT Kanopi Insan Sejahtera Jakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dorongan Franciscus Sibarani melalui PROKASI untuk memperkuat pendidikan vokasi di Kalimantan Barat agar semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga:Dari Entikong hingga Jagoi Babang, Franciscus Sibarani Soroti Perlindungan Warga di Jalur Perbatasan

Menurutnya, pendidikan kejuruan tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus mampu membaca perubahan zaman, kebutuhan industri, serta peluang kerja yang relevan bagi anak-anak muda daerah.
“Pendidikan vokasi harus semakin dekat dengan dunia kerja. Sekolah tidak cukup hanya mengajarkan teori, tetapi juga harus memahami kebutuhan lapangan agar lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Sibarani.

Melalui kegiatan tersebut, guru jurusan Asisten Keperawatan dan Caregiver SMKN 1 Ketapang mendapat kesempatan untuk melihat langsung praktik, standar kerja, serta kebutuhan kompetensi dalam bidang caregiver. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya pembelajaran di sekolah, sehingga siswa tidak hanya memperoleh materi dari kurikulum, tetapi juga wawasan nyata dari dunia industri.

Sibarani menilai, penguatan kapasitas guru menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas pendidikan vokasi. Guru, menurutnya, merupakan pintu utama dalam menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Baca juga:Dari Rumah Betang ke Hutan Adat, Franciscus Sibarani Dorong Sungai Utik Jadi Model Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

“Kita ingin guru mendapat pengalaman langsung dari praktisi dan dunia kerja. Setelah itu, pengetahuan tersebut bisa dibawa kembali ke sekolah dan diteruskan kepada siswa. Dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya.

Ia menegaskan, kerja sama antara sekolah vokasi dan dunia industri harus terus diperluas, terutama di bidang-bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi. Salah satunya adalah bidang caregiver, asisten keperawatan, dan pendampingan kesehatan, yang ke depan dinilai semakin dibutuhkan seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan manusia.

Menurut Sibarani, di tengah era globalisasi dan perkembangan Artificial Intelligence atau AI, sektor kesehatan dan perawatan tetap membutuhkan kehadiran manusia. Teknologi dapat membantu banyak hal, tetapi tidak dapat sepenuhnya menggantikan empati, kepedulian, komunikasi, dan sentuhan kemanusiaan dalam merawat orang sakit, lansia, maupun mereka yang membutuhkan pendampingan khusus.

Baca juga:Sibarani Dorong RUU Desain Industri Beri Kemudahan dan Insentif bagi Dunia Pendidikan

“Di era AI, ada banyak pekerjaan yang berubah. Tetapi bidang perawatan, kesehatan, dan caregiver tetap membutuhkan hati, empati, dan kepedulian manusia. Ini tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi,” tegasnya.

Karena itu, Sibarani mendorong agar jurusan Asisten Keperawatan dan Caregiver di SMKN 1 Ketapang terus diperkuat, baik dari sisi kapasitas guru, keterampilan siswa, jejaring kerja sama, maupun akses terhadap praktik langsung di lapangan. Menurutnya, anak-anak muda Kalimantan Barat harus disiapkan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

“Anak-anak muda Kalbar harus disiapkan dengan keterampilan yang tepat. Kalau sekolah vokasi terhubung dengan dunia kerja, maka lulusan akan lebih siap, lebih percaya diri, dan punya peluang lebih besar untuk mandiri,” ujarnya.

Sibarani juga menilai, penguatan pendidikan vokasi tidak hanya penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Barat. Dengan pelatihan yang tepat, jurusan caregiver dapat menjadi salah satu jalur strategis bagi siswa untuk masuk ke sektor layanan kesehatan, perawatan lansia, pendampingan pasien, maupun peluang kerja lain yang terus berkembang.

Baca juga:Franciscus Sibarani Suarakan Keprihatinan Terkait Fasilitas Lapas Anak di Kubu Raya dan Siklus Banjir Pasang Sungai Kapuas

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kunjungan atau pelatihan sesaat, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang lebih berkelanjutan antara sekolah, dunia industri, dan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan vokasi.

“Yang kita dorong adalah kerja sama yang berkelanjutan. Sekolah mendapatkan penguatan, guru mendapatkan pengalaman, siswa mendapatkan manfaat, dan dunia kerja mendapatkan calon tenaga yang lebih siap,” kata Sibarani.

Sibarani menegaskan, kepeduliannya terhadap pendidikan vokasi berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, pembangunan Kalimantan Barat tidak cukup hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas manusia, keterampilan kerja, dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

“Kalbar harus memiliki SDM yang kuat. Pendidikan vokasi adalah salah satu jalan untuk memastikan anak-anak muda kita punya keterampilan, punya masa depan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” tutupnya.