Franciscus Sibarani Perkuat Iklim Pendidikan dan Ketenagakerjaan Orang Muda Kalbar Lewat Program PROKASI

JAKARTA, ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani, mengunjungi langsung anak-anak muda Kalimantan Barat yang sedang mengikuti training persiapan Program Pendidikan Langsung Kerja Kanopi–Sibarani atau PROKASI. Program yang diinisiasi Sibarani bersama PT Kanopi Insan Sejahtera ini menjadi salah satu ikhtiar konkret untuk membuka jalan bagi orang muda Kalimantan Barat agar dapat belajar, bekerja, dan membangun masa depan dengan lebih mandiri.

Baca juga:Aksi Nyata Membangun SDM Kalbar, Franciscus Sibarani Bawa Program PROKASI ke Desa Sinar Kuri Ketapang

Sibarani mengatakan, PROKASI lahir dari kegelisahan melihat banyak anak muda Kalbar yang memiliki semangat dan potensi besar, tetapi sering terhambat oleh keterbatasan biaya, akses pendidikan, dan kesempatan kerja. Karena itu, program ini dirancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai jembatan menuju kemandirian.

“Anak-anak muda Kalimantan Barat punya kemampuan dan harapan yang besar. Tugas kita adalah membuka jalan agar mereka tidak berhenti bermimpi hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses. PROKASI hadir untuk membantu mereka bekerja, belajar, dan mempersiapkan masa depan,” ujar Sibarani.

Melalui PROKASI, peserta mendapatkan pembekalan untuk siap bekerja di bidang kesehatan, khususnya sebagai caregiver atau tenaga perawatan, sekaligus dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan, termasuk ke jenjang D3 Keperawatan. Skema ini diharapkan dapat memberi ruang bagi anak muda untuk memperoleh pengalaman kerja, menabung, dan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Baca juga:Produk Unggulan UMKM Kubu Raya dan Tantangan di Era Digital

Menurut Sibarani, pendekatan pendidikan yang terhubung langsung dengan dunia kerja menjadi semakin penting di tengah zaman yang tidak pasti. Perubahan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, telah mengubah banyak jenis pekerjaan. Namun, profesi di bidang kesehatan dan perawatan tetap membutuhkan sentuhan manusia, empati, kesabaran, dan kemampuan merawat yang tidak mudah digantikan oleh mesin.

“AI bisa membantu banyak hal, tetapi tidak bisa menggantikan sepenuhnya sentuhan manusia dalam merawat orang sakit, lansia, dan mereka yang membutuhkan perhatian. Di situlah profesi kesehatan dan caregiver memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar,” kata Sibarani.

Ia menilai, kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga perawatan akan terus berkembang seiring perubahan struktur demografi, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, serta bertambahnya perhatian terhadap perawatan lansia. Karena itu, orang muda Kalbar harus disiapkan bukan hanya dengan ijazah, tetapi juga dengan keterampilan, disiplin kerja, mental pelayanan, dan pengalaman nyata.

Baca juga:Franciscus Sibarani Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Pendidikan Warga Binaan Anak di LPKA Kubu Raya

Sibarani juga menegaskan bahwa PROKASI sejalan dengan kebutuhan memperkuat sumber daya manusia Kalimantan Barat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam, tetapi harus bertumpu pada kualitas manusia. Anak muda Kalbar harus diberi akses untuk naik kelas melalui pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja yang lebih terbuka.

“Kita ingin anak muda Kalbar tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi bagian dari perubahan. Mereka harus punya keterampilan, percaya diri, dan kesempatan untuk masuk ke dunia kerja yang lebih luas,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sibarani menyampaikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti training dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa kesempatan yang mereka miliki harus dijalani dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa keberhasilan mereka juga dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lain di Kalimantan Barat.

Baca juga:10 Oleh-Oleh Khas Pontianak yang Paling Dicari Wisatawan, Lengkap dengan Alamat 

Ia juga mengapresiasi PT Kanopi Insan Sejahtera yang ikut membuka ruang kolaborasi dalam pelatihan dan penempatan kerja di bidang caregiver. Menurutnya, kolaborasi antara wakil rakyat, lembaga pelatihan, dunia kerja, sekolah, keluarga, dan komunitas lokal menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan yang lebih sehat.

Sibarani berharap PROKASI dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak anak muda dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, baik dari Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Landak, Ketapang, Sambas, Bengkayang, Kayong Utara, Singkawang, maupun daerah lainnya.

“Program seperti ini tidak boleh berhenti pada satu kelompok saja. Harus terus kita perluas agar semakin banyak anak muda Kalbar yang memiliki jalan untuk belajar dan bekerja. Masa depan Kalimantan Barat ada pada kualitas anak mudanya,” tegasnya.

Sibarani menambahkan, PROKASI bukan sekadar program pelatihan, tetapi bagian dari upaya membangun iklim belajar dan bekerja yang lebih baik bagi generasi muda Kalimantan Barat.

“Yang kita bangun bukan hanya keterampilan kerja, tetapi juga harapan. Ketika anak muda diberi kesempatan, mereka bisa berdiri lebih tegak, membantu keluarga, melanjutkan pendidikan, dan ikut membangun daerahnya. Itulah semangat PROKASI,” tutup Sibarani.