ZONA KALBAR COM, SAMBAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sambas mendapat perhatian serius setelah salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Selakau dihentikan sementara operasionalnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sambas resmi melakukan suspend terhadap SPPG Sungai Nyirih, Selakau, menyusul kasus gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa beberapa waktu lalu.
Langkah penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memastikan standar keamanan pangan dan kualitas pelayanan gizi tetap terjaga.
BGN Lakukan Pembenahan Infrastruktur dan SDM
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Sambas, Dzaki, mengatakan bahwa dapur SPPG Sungai Nyirih saat ini masih dalam tahap pembenahan.
Perbaikan dilakukan tidak hanya pada fasilitas dan infrastruktur dapur, tetapi juga terhadap sistem operasional serta sumber daya manusia yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi bagi para siswa.
“SPPG Sungai Nyirih masih berstatus suspend dan sedang menjalani proses perbaikan dari sisi infrastruktur, fasilitas, hingga pembenahan SDM,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan layanan makan bergizi gratis dapat kembali berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
55 SPPG di Sambas Tetap Beroperasi
Meski terdapat beberapa unit yang dihentikan sementara, mayoritas dapur MBG di Kabupaten Sambas masih beroperasi normal.
Data terbaru menunjukkan terdapat 59 unit SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sambas.
Dari jumlah tersebut:
55 unit beroperasi normal
4 unit berstatus suspend sementara
51 unit telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS)
Sertifikat tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan keamanan pengolahan makanan yang diberikan kepada para siswa penerima manfaat program MBG.
BACA: Satpol PP Sikat Habis Pasangan Kumpul Kebo di Sambas
Pengawasan SPPG Diperketat
BGN Kabupaten Sambas menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi.
Monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap unit memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta prosedur pengolahan makanan yang aman.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian gangguan pencernaan yang dapat berdampak pada kesehatan peserta didik.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas bahan makanan, sistem distribusi, kebersihan dapur, hingga pengelolaan sumber air yang digunakan dalam proses produksi makanan.
Daftar SPPG Sambas yang Belum Mengantongi SLHS
Berdasarkan data BGN Kabupaten Sambas, terdapat delapan unit SPPG yang status Sertifikat Laik Higienis Sanitasinya belum terbit.
Berikut rinciannya:
1. SPPG Sambas Tebas Sungai 2
Status: Suspend
Masih memerlukan penambahan fasilitas dan sejumlah perbaikan sarana pendukung.
Baca: Judi Online Telan Korban, Debt Collector Dibunuh Nasabah di Sambas
2. SPPG Sambas Pemangkat Kota 2
Status: Beroperasi
Saat ini masih menunggu proses penerbitan SLHS.
3. SPPG Sambas Jawai Pelimpaan
Status: Beroperasi
Sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air.
4. SPPG Sambas Sejangkung Semanga’
Status: Suspend
Belum mengajukan proses sertifikasi.
5. SPPG Sambas Paloh Nibung
Status: Beroperasi
Masih dalam proses penerbitan SLHS.
6. SPPG Sambas Salatiga Sungai Toman
Status: Beroperasi
Menunggu sertifikat laik higienis sanitasi.
Baca: Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, PMII Hadiri Konfercab-II PC Pergunu Sambas
7. SPPG Sambas Jawai Selatan Suah Api
Status: Beroperasi
Masih menunggu proses penerbitan sertifikat.
8. SPPG Sambas Paloh Temajuk
Status: Beroperasi
SLHS masih dalam tahap pengurusan.
Komitmen Jaga Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak sekolah.
Karena itu, Badan Gizi Nasional menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran standar keamanan pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Dengan adanya evaluasi dan pembenahan di sejumlah dapur SPPG, pemerintah berharap kualitas layanan semakin meningkat dan masyarakat dapat memperoleh manfaat program secara aman serta berkelanjutan.
Kasus yang terjadi di SPPG Sungai Nyirih Selakau juga menjadi momentum penting untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di Kabupaten Sambas agar pelayanan kepada siswa tetap optimal dan sesuai standar nasional.

