SEKADAU, ZONA KALBAR – Pekan Gawai Dayak Sekadau 2026 resmi dibuka pada Selasa, 21 Juli 2026, di Rumah Betang Youth Center, Kecamatan Sekadau Hilir. Perhelatan budaya terbesar masyarakat Dayak di Kabupaten Sekadau ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian adat istiadat, tetapi juga diproyeksikan sebagai motor penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
Selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juli 2026, ribuan warga, tokoh adat, pelaku seni, hingga wisatawan diperkirakan memadati Kota Sekadau untuk menyaksikan rangkaian kegiatan budaya yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.
Pekan Gawai Dayak Sekadau Jadi Magnet Wisata Budaya
Berbeda dari sekadar pesta adat, Pekan Gawai Dayak kini berkembang menjadi etalase budaya Kalimantan Barat yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Sejak pagi, jalan-jalan utama Kota Sekadau dipenuhi peserta pawai budaya yang mengenakan busana adat khas Dayak. Berbagai tarian tradisional, musik etnik, atraksi budaya, hingga ornamen khas suku Dayak menjadi tontonan yang menyedot antusiasme masyarakat.
Bupati Sekadau Aron bersama jajaran Forkopimda melepas langsung pawai budaya yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan.
Atmosfer budaya semakin terasa ketika prosesi berpindah ke Rumah Betang Youth Center, tempat berlangsungnya ritual adat sebagai pembuka resmi Pekan Gawai Dayak XV.
Ritual Adat Menjadi Pengingat Jati Diri Masyarakat Dayak
Salah satu hal yang membedakan Gawai Dayak dengan festival budaya lainnya adalah kuatnya nilai spiritual yang tetap dipertahankan.
Prosesi adat Dayak Benawas mengawali pembukaan acara sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus doa agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, damai, dan membawa keberkahan.
Sejumlah tamu kehormatan menerima penyematan atribut adat berupa Terapu, syal bermotif Nabau, hingga Jamang yang melambangkan penghormatan masyarakat Dayak kepada para tamu.
Rangkaian ritual kemudian dilanjutkan dengan prosesi Bensumang, yakni doa bersama memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa beserta alam semesta.
Prosesi simbolik lainnya berupa penyucian diri menggunakan air bersih hingga tradisi mencicipi sumpit menjadi bagian penting yang mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Dayak yang hidup berdampingan dengan alam.
Pembukaan Resmi Ditandai Pemotongan Bambu dan Pemukulan Gong
Momen pembukaan resmi berlangsung ketika Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan melakukan prosesi pemotongan bambu sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak.
Selanjutnya, Bupati Sekadau Aron memukul gong sebagai tanda resmi dibukanya Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026.
Ribuan masyarakat yang memadati lokasi memberikan sambutan meriah atas dimulainya agenda budaya terbesar masyarakat Dayak tersebut.
Lebih dari Tradisi, Gawai Dayak Menjadi Investasi Budaya
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau Jeffray Raja Tugam menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang refleksi, ungkapan rasa syukur, sekaligus sarana memperkuat persaudaraan masyarakat Dayak.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan agar seluruh rangkaian acara berlangsung lancar hingga penutupan.
Tema tahun ini, “Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berbudaya dan Berkelanjutan,” dinilai relevan dengan tantangan modernisasi yang mulai memengaruhi kehidupan generasi muda.
Budaya Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah
Di balik kemeriahan pertunjukan adat, terdapat dampak ekonomi yang tidak kecil.
Setiap pelaksanaan Pekan Gawai Dayak selalu menghadirkan peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner tradisional, pengrajin anyaman, pembuat kain tenun, hingga pelaku industri kreatif lokal.
Hotel, penginapan, transportasi, dan sektor jasa lainnya juga merasakan peningkatan aktivitas selama pelaksanaan festival.
Karena itu, Gawai Dayak kini tidak lagi dipandang hanya sebagai acara budaya, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Pemerintah Dorong Budaya Tetap Hidup di Tengah Modernisasi
Bupati Sekadau Aron menegaskan bahwa pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama.
Menurutnya, Gawai Dayak menjadi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai adat sekaligus mempererat persatuan masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku dan agama.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyebut Gawai Dayak merupakan salah satu aset budaya terbesar yang dimiliki Kalimantan Barat.
Ia berharap tradisi tersebut terus diwariskan kepada generasi muda sehingga tidak tergerus perkembangan zaman.
Pekan Gawai Dayak Sekadau Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Nasional
Apabila dikelola secara berkelanjutan, Pekan Gawai Dayak memiliki peluang besar berkembang menjadi agenda wisata budaya berskala nasional.
Kombinasi antara ritual adat, seni tradisional, kuliner khas, produk UMKM, hingga keramahan masyarakat menjadi kekuatan yang sulit ditemukan di daerah lain.
Bukan hanya menjaga identitas budaya Dayak, festival ini juga membuka peluang investasi di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta promosi Kabupaten Sekadau sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Kalimantan Barat.
Dengan demikian, Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi perayaan tahunan masyarakat adat, tetapi juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.**
Baca juga: Wisata Sejarah Mempawah: 2 Situs Cagar Budaya di Sungai Kunyit yang Wajib Dikunjungi
Baca juga: Tradisi Unik Suku Dayak di Kalimantan Barat, Warisan Budaya yang Masih Bertahan hingga Kini
Baca juga: Senjata Tradisional Kalbar: Sejarah, Bentuk, Filosofi, dan Makna Budaya yang Tetap Lestari
Penulis


- Ade Khairul Arya Putra Ade merupakan penulis di Zonakalbar.com yang fokus menyajikan berita aktual, informatif, dan terpercaya mengenai berbagai peristiwa di Kalimantan Barat maupun tingkat nasional. Liputannya mencakup isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi, olahraga, pendidikan, hingga peristiwa umum. Dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang akurat, berimbang, dan cepat, Ade Putra berkomitmen menghadirkan informasi berkualitas yang memberikan manfaat bagi pembaca serta mendukung kebutuhan masyarakat akan berita yang kredibel.
- Juli 21, 2026SekadauPekan Gawai Dayak Sekadau 2026, Bukan Sekadar Festival Budaya, tapi Penggerak Wisata dan Ekonomi Kalbar
- Juli 19, 2026OlahragaLive Nonton Spanyol vs Argentina Gratis Legal: Final Piala Dunia 2026 Pertarungan Dua Revolusi Sepak Bola
- Juli 17, 2026Wisata Kalbar9 Wisata Kubu Raya yang Lagi Hits 2026, Destinasi Alam dan Kuliner yang Wajib Masuk Daftar Liburan
- Juli 17, 2026HiburanSinopsis Terlanjur Mencintaimu Episode 15: Arumi Selamat, Rahasia Laura dan Rendi Terancam Terbongkar

