Gas Melon Langka di Sekadau Kalbar, Warga Mengeluh Harga LPG 3 Kg Tembus Rp45 Ribu

ZONA KALBAR COM – SEKADAU – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, semakin dirasakan warga dan pelaku usaha kecil. Kondisi ini membuat harga LPG melon di tingkat pengecer melonjak tajam hingga menyentuh Rp45 ribu per tabung, jauh di atas harga normal yang ditetapkan pemerintah.

Situasi ini tidak hanya menimbulkan keluhan di kalangan masyarakat, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas usaha mikro yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut, terutama sektor kuliner.

BACA: Polres Sekadau Amankan Pria yang Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung hingga Hamil

Sejumlah pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan gas dalam beberapa waktu terakhir. Jika pun tersedia, harga yang harus dibayar sudah tidak lagi sesuai dengan kemampuan usaha kecil.

“Sekarang gas memang susah dicari. Kalau ada pun harganya sudah tinggi, sampai Rp45 ribu,” kata Oscar, pedagang ayam geprek di Sekadau, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kondisi ini membuat biaya operasional usaha semakin berat, terlebih karena bahan baku lain juga mengalami kenaikan harga.

BACA: SDN 17 Karang Betung Sekadau Rusak Parah Diterjang Angin Puting Beliung

Ia menyebut harga ayam yang digunakan untuk usaha kini berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, sementara harga beras mencapai sekitar Rp18 ribu per kilogram.

“Semua naik, jadi kami makin sulit atur biaya. Kalau gas mahal terus, usaha bisa tertekan,” ujarnya.

Kelangkaan LPG 3 kg ini membuat banyak pelaku usaha kecil harus beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas, termasuk mengatur ulang produksi agar tetap bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual secara drastis.

BACA: Maxim Siap Layani Masyarakat Sekadau Hilir

Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait segera menstabilkan distribusi gas melon agar kembali normal, sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha kecil dapat terpenuhi dengan harga yang wajar.

“Kami berharap gas cepat normal lagi, karena ini kebutuhan utama untuk usaha,” tambahnya.**

Visited 3 times, 3 visit(s) today