Wisata Sejarah Mempawah: 2 Situs Cagar Budaya di Sungai Kunyit yang Wajib Dikunjungi

ZONAKALBAR.COM, MEMPAWAH – Kecamatan Sungai Kunyit menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Mempawah yang menyimpan jejak sejarah penting Kalimantan Barat. Berbagai peninggalan bersejarah yang tersebar di kawasan ini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya karena memiliki nilai historis, budaya, hingga keagamaan menjadi sebagai tempat wisata sajarah Mempawah Provinsi Kalbar.

Keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti perjalanan panjang sejarah Kerajaan Mempawah dan perkembangan masyarakat di pesisir Kalimantan Barat.

Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Peraturan Bupati Mempawah Nomor 15 Tahun 2020 telah menetapkan sejumlah objek sebagai cagar budaya yang wajib dilindungi dan dilestarikan.

Berikut daftar situs cagar budaya di Kecamatan Sungai Kunyit yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Daerah, Polda Kalbar Gelar Lomba Video Sastra Lisan Spesial HUT Bhayangkara ke-80

Baca Juga: Gawai Nyapat Taunt XV Simpang Hulu, Franciscus Sibarani: Budaya Adalah Akar Persatuan dan Potensi Generasi Muda

Baca Juga: 25 Contoh Pantun Melayu Penuh Makna: Warisan Budaya yang Tetap Relevan di Era Modern

1. Wisata Sejarah Mempawah Makam Daeng Fatimah (Karaeng Matoa), Pulau Temajo

Situs cagar budaya pertama berada di Pulau Temajo, yakni Makam Daeng Fatimah atau Karaeng Matoa.

Tokoh ini dikenal memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan wilayah Mempawah pada masa lampau. Makam tersebut hingga kini masih menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi masyarakat maupun peziarah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah daerah.

Selain memiliki nilai sejarah, kawasan makam juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Kabupaten Mempawah.

2. Wisata Sejarah Mempawah Makam Habib Said Ali Al-Imam

Situs berikutnya berada di Desa Sungai Kunyit Hulu, yaitu Makam Habib Said Ali Al-Imam.

Makam ini memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi. Keberadaannya menjadi salah satu bukti perkembangan syiar Islam di wilayah pesisir Kalimantan Barat.

Hingga kini, lokasi tersebut masih dijaga dan menjadi salah satu destinasi ziarah masyarakat, terutama pada momen-momen tertentu.

Wisata Sejarah Mempawah, Apa Itu Cagar Budaya ?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan yang berada di darat maupun di air dan memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, serta kebudayaan sehingga perlu dilestarikan.

Pelestarian dilakukan melalui proses penetapan agar keberadaan warisan budaya tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Lima Kategori Cagar Budaya dan menjadi Wisata Sejarah Mempawah

Undang-undang juga mengelompokkan cagar budaya ke dalam lima kategori utama, yaitu:

1. Benda Cagar Budaya

Merupakan benda alam maupun buatan manusia yang memiliki hubungan erat dengan sejarah, kebudayaan, dan perkembangan peradaban manusia.

2. Bangunan Cagar Budaya

Bangunan yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan ruang, baik berdinding maupun tidak, serta memiliki nilai sejarah yang penting.

3. Struktur Cagar Budaya

Struktur berupa susunan bangunan yang menyatu dengan lingkungan sebagai sarana aktivitas manusia pada masa lampau.

4. Situs Cagar Budaya

Lokasi yang mengandung benda, bangunan, atau struktur hasil aktivitas manusia maupun bukti peristiwa sejarah.

5. Kawasan Cagar Budaya

Wilayah geografis yang memiliki dua atau lebih situs cagar budaya yang saling berdekatan dan menunjukkan karakter tata ruang bersejarah.

Pentingnya Melestarikan Warisan Sejarah

Keberadaan situs cagar budaya di Kecamatan Sungai Kunyit menjadi aset berharga bagi Kabupaten Mempawah. Selain menyimpan kisah perjalanan sejarah, situs-situs tersebut juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata edukasi dan religi.

Pelestarian cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Dengan menjaga situs-situs bersejarah tersebut, identitas budaya lokal akan tetap hidup sekaligus menjadi bagian penting dari kekayaan sejarah Kalimantan Barat.

Penulis

Ade Putra
Ade Putra
Ade Khairul Arya Putra adalah penulis zonaalbar.com, Media Informasi dan Jaringan Kalbar. Aktif menulis isu politik, ekonomi, pemerintahan, dan pembangunan daerah di Kalimantan Barat sejak 2026.
Visited 2 times, 1 visit(s) today