KETAPANG, ZONAKALBAR.COM – Jalan pendidikan Dhenty tidak pernah mudah. Anak dari keluarga transmigran asal Nusa Tenggara Timur yang kini menetap di Desa Sekucing Labai, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, itu sempat dua kali menunda rencana kuliahnya karena harus membantu keluarga memenuhi kebutuhan hidup.
Ayah dan ibu Dhenty bekerja sebagai buruh panen di PT Aditya. Dalam kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, Dhenty pernah memilih membantu orang tuanya bekerja dan perlahan menutup keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Harapan itu kembali terbuka ketika Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Franciscus Sibarani memberikan dukungan penuh beasiswa melalui Program Sibarani Peduli Pendidikan.
Kini, Dhenty tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Logistik di Universitas Santo Agustinus Hippo telah memasuki semester tujuh.
Bagi Franciscus Sibarani, kisah Dhenty menjadi gambaran bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi akhir dari cita-cita seorang anak.
Baca juga:Franciscus Sibarani Dorong Perluasan Akses Pendidikan sebagai Upaya Cegah Pernikahan Dini di Kalbar
“Ada anak-anak yang sebenarnya punya semangat dan kemampuan untuk kuliah, tetapi keadaan keluarga membuat mereka harus menunda bahkan mengubur mimpinya. Dhenty pernah berada di posisi itu. Karena itu, kami ingin pendidikan menjadi jalan yang membuka kembali harapan mereka,” kata Franciscus Sibarani.
Menurut Sibarani, Program Sibarani Peduli Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk membantu biaya perkuliahan, tetapi juga memberikan pendampingan agar penerima beasiswa memiliki keyakinan untuk menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depannya.
Dhenty pun tidak berjalan sendiri. Selain memperoleh beasiswa, proses pendidikannya turut didampingi melalui tim Sibarani Peduli Pendidikan.
Baca juga:Kabut Asap Melanda Kalbar, Jangan Panik! Ini 7 Cara Jaga Kesehatan
“Bagi saya, beasiswa bukan hanya soal membayar biaya kuliah. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang anak tetap merasa didampingi, memiliki semangat untuk menyelesaikan pendidikannya, lalu mempunyai masa depan yang lebih baik,” ujar Sibarani.
Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi keluarga Dhenty. Kedua orang tuanya bersyukur karena kesempatan pendidikan yang diperoleh putrinya turut meringankan beban keluarga sekaligus menghidupkan kembali harapan yang sebelumnya sempat tertunda.
Bagi Dhenty, perjalanan hingga semester tujuh menjadi bukti bahwa dua kali menunda kuliah bukan berarti cita-cita harus berakhir.
Dari keluarga sederhana yang menggantungkan penghasilan sebagai buruh panen, Dhenty kini semakin dekat menyelesaikan pendidikan tinggi dan memiliki harapan baru terhadap masa depan yang ingin dibangunnya.
Franciscus Sibarani berharap kisah Dhenty dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak lain di Kalimantan Barat yang menghadapi keterbatasan serupa.
“Jangan sampai anak-anak berhenti bermimpi hanya karena keadaan ekonomi keluarganya. Ketika ada kemauan untuk berjuang, tugas kita adalah membuka kesempatan. Saya berharap Dhenty menyelesaikan kuliahnya dengan baik, membangun masa depannya, dan suatu hari mampu membawa manfaat bagi keluarga serta masyarakat di sekitarnya,” kata Sibarani.
Baca juga:Ketua BEM UNU Kalbar Berharap Publik Tak Girang Opini Yang Belum Jelas Faktanya
Melalui Sibarani Peduli Pendidikan, Franciscus Sibarani berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Barat yang sebelumnya terhalang biaya mendapatkan kesempatan untuk kembali mengejar pendidikan dan cita-citanya.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 12, 2026BeritaDari Sekucing Labai Kabupaten Ketapang di Pedalaman Kalimantan Barat, Franciscus Sibarani Hidupkan Kembali Mimpi Kuliah Dhenty Yang Tertunda
- Agustus 12, 2026BeritaDari Stasi Bunda Maria Kek Lipor Paroki St Yohanes Rasul Balai Semandang ke Tiongkok, Franciscus Sibarani Beri Beasiswa Anak Pedalaman Keuskupan Ketapang
- Agustus 10, 2026PontianakKabut Asap Melanda Kalbar, Jangan Panik! Ini 7 Cara Jaga Kesehatan
- Agustus 10, 2026BeritaSMK Pancasila Jalani Akreditasi Sekolah, Wujudkan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

