PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Kabut asap yang belum sepenuhnya mereda di Kalimantan Barat terus berdampak pada aktivitas pendidikan. Di Kota Pontianak, pembelajaran jarak jauh atau Belajar dari Rumah (BDR) masih diterapkan di sejumlah sekolah karena kondisi kualitas udara yang belum aman untuk aktivitas belajar mengajar secara normal.
Pembelajaran daring di Pontianak telah berlangsung berminggu-minggu. Bahkan, pada 21 September 2026, salah satu sekolah di Pontianak dilaporkan telah menjalankan pembelajaran jarak jauh selama hampir tujuh pekan akibat kondisi udara yang kembali memburuk. Pemerintah sebelumnya juga menetapkan pembelajaran daring sebagai langkah perlindungan ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat atau berbahaya.
Kondisi tersebut mulai dirasakan orang tua. Sherly, salah seorang orang tua siswa sekolah swasta di Pontianak, menilai proses belajar dari rumah belum sepenuhnya memberikan pengalaman belajar yang sama dengan pembelajaran secara langsung, terutama bagi putrinya yang baru duduk di kelas I SD.
Menurutnya, pada usia tersebut anak masih membutuhkan banyak pendampingan dalam memahami pelajaran. BDR juga membuat kesempatan anak untuk bertemu, bermain dan berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya di sekolah menjadi sangat terbatas.
Baca juga:Lewat PROKASI, Franciscus Sibarani Hadirkan Pilihan Pendidikan dan Karier bagi Anak Muda Kalbar
Anggota DPR RI Franciscus Maria Agustinus Sibarani, yang berasal dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I dan merupakan anggota Fraksi Partai Golkar, menilai dampak kabut asap terhadap dunia pendidikan perlu mendapat perhatian, tidak hanya dari sisi keselamatan kesehatan tetapi juga keberlangsungan proses belajar anak.
“Keselamatan dan kesehatan anak tentu harus menjadi prioritas ketika kualitas udara berbahaya. Namun kita juga perlu melihat bahwa ketika kondisi ini berlangsung cukup lama, ada tantangan lain yang dirasakan anak, guru dan orang tua dalam menjalankan proses belajar dari rumah,” ujar Sibarani.
Menurut Sibarani, kondisi siswa kelas awal sekolah dasar perlu menjadi perhatian tersendiri karena proses pendidikan mereka bukan hanya berkaitan dengan penyampaian materi pelajaran, tetapi juga proses belajar berinteraksi, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sebaya.
“Anak-anak, terutama yang baru memasuki sekolah dasar, sedang berada pada masa beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ketika mereka harus belajar dari rumah dalam waktu yang cukup panjang, tentu orang tua dan guru menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Kita berharap kondisi udara segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali belajar dan berinteraksi secara langsung dengan aman,” tambahnya.
Perhatian Sibarani terhadap dampak kabut asap sebelumnya juga diwujudkan melalui penyerahan 20.000 lembar masker dan 150 tabung oksigen kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pada September 2026 sebagai dukungan menghadapi dampak karhutla dan penurunan kualitas udara.
Kondisi kabut asap tahun ini memang berdampak luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Pada 12 September 2026, kualitas udara Pontianak bahkan sempat tercatat pada kategori berbahaya, sementara aktivitas belajar mengajar masih dilakukan secara daring.
Baca juga:Sahroni Soroti Kebakaran Karhutla di Kalbar, Pemerintah Harus Punya Solusi Konkrit
Sibarani berharap penanganan karhutla terus dilakukan secara serius sehingga kualitas udara dapat kembali membaik. Bagi dunia pendidikan, ia menilai keselamatan anak tetap harus menjadi pertimbangan utama, sembari memastikan pembelajaran dari rumah tetap berjalan seefektif mungkin selama pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan secara aman.
“Harapan kita tentu sederhana, kabut asap segera berakhir. Anak-anak bisa kembali ke sekolah dalam kondisi udara yang sehat, bertemu guru dan teman-temannya, serta menjalani proses belajar secara normal kembali,” tutup Sibarani.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- September 22, 2026BeritaKabut Asap Perpanjang BDR di Pontianak, Franciscus Sibarani Tekankan Perlindungan Anak dan Kualitas Belajar
- September 22, 2026BeritaFranciscus Sibarani Bersama Kementerian HAM Perkuat Pemahaman P5HAM di Bengkayang
- September 22, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Dalam Situasi Sulit, Kehadiran dan Dukungan Sesama Sangat Berarti
- September 22, 2026BeritaDi Tengah Era AI dan Modernitas, Franciscus Sibarani Apresiasi Kebersamaan Umat dalam Perayaan Santo Pelindung Lingkungan Santo Robertus Belarminus, Paroki Bunda Maria Jeruju

