ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, mendorong penguatan layanan TANJAK atau Tanpa Beranjak yang dikembangkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, terutama untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan keimigrasian di tengah kondisi kabut asap yang memburuk di Pontianak dan sekitarnya.
Baca juga:Bahaya Kabut Asap Karhutla bagi Kesehatan, Jangan Anggap Sepele
Sibarani mengapresiasi langkah Imigrasi Pontianak yang tidak hanya turun membagikan 1.700 masker, air mineral, dan makanan ringan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki inovasi pelayanan yang memungkinkan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas memperoleh layanan tanpa harus datang ke kantor. Menurutnya, pendekatan seperti ini semakin relevan ketika kualitas udara tidak sehat dan mobilitas masyarakat perlu dibatasi.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat yang lansia, sedang sakit, atau memiliki keterbatasan mobilitas tentu tidak ideal jika harus datang ke kantor pelayanan. Karena itu, saya mengapresiasi layanan TANJAK yang memungkinkan petugas datang langsung kepada pemohon,” ujar Sibarani.
Melalui layanan TANJAK, proses permohonan paspor bagi pemohon yang memenuhi kriteria dapat dilakukan di lokasi pemohon, termasuk rumah atau rumah sakit. Petugas dapat melakukan verifikasi berkas, wawancara, hingga perekaman foto dan data biometrik di lokasi tersebut. Sibarani menilai pola pelayanan seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat beradaptasi dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Baca juga:Kabut Asap Paksa Anak Belajar dari Rumah, Franciscus Sibarani Minta Negara Bertindak
“Ini contoh bahwa inovasi pelayanan publik harus melihat kondisi di lapangan. Ketika masyarakat tidak bisa datang dengan mudah, negara yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih bagi kelompok rentan, pendekatan seperti ini bukan sekadar kemudahan, tetapi bagian dari memastikan akses mereka terhadap pelayanan tetap terpenuhi,” katanya.
Menurut Sibarani, penguatan layanan seperti TANJAK penting agar kondisi khusus, termasuk kabut asap, tidak secara tidak langsung menjadi hambatan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan keimigrasian. Karena itu, ia mendorong agar cakupan dan sosialisasi layanan tersebut terus diperkuat sehingga masyarakat yang membutuhkan mengetahui adanya alternatif pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Pelayanan publik harus tetap berjalan, tetapi keselamatan masyarakat juga harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai kondisi di lapangan justru membuat kelompok yang paling membutuhkan pelayanan menjadi yang paling sulit mengaksesnya,” ujar Sibarani.
Baca juga:Kabut Asap Menyelimuti Pontianak, Wali Kota Imbau Waspada ISPA
Sibarani berharap pengalaman Imigrasi Pontianak dalam merespons kondisi kabut asap dapat menjadi bagian dari penguatan pelayanan keimigrasian yang lebih inklusif dan responsif. Menurutnya, fleksibilitas layanan perlu terus dikembangkan agar pemerintah mampu memberikan pelayanan yang tetap mudah diakses masyarakat dalam berbagai kondisi.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- September 14, 2026BeritaKabut Asap Batasi Mobilitas Warga, Franciscus Sibarani Dorong Layanan TANJAK Imigrasi Kalbar Diperkuat
- September 14, 2026BeritaFranciscus Sibarani Apresiasi Sinergi Imigrasi dan Kepolisian Ungkap Dugaan Scamming WNA di Pontianak
- September 14, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Sistem Rehabilitasi ODGJ yang Berkelanjutan
- September 14, 2026BeritaFranciscus Sibarani: Modal Kerukunan Kalbar Harus Terus Dijaga

