PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, mendorong pemanfaatan layanan jemput bola Eazy Passport sebagai bentuk pelayanan keimigrasian yang semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan mobilitas.
Menurut Sibarani, berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi perlu terus disosialisasikan agar semakin banyak masyarakat mengetahui bahwa terdapat mekanisme pelayanan yang dapat menjangkau kelompok berkebutuhan khusus tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.
“Pelayanan publik harus mampu menjangkau masyarakat, bukan sebaliknya. Inovasi seperti Eazy Passport menunjukkan komitmen negara dalam menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan humanis, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujar Sibarani.
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang bermitra dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Sibarani menilai pelayanan publik tidak hanya diukur dari kecepatan administrasi, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan setiap warga memperoleh akses yang setara terhadap layanan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan kondisi fisik.
Salah satu contoh pemanfaatan layanan tersebut terjadi ketika tim Franciscus Sibarani menerima permohonan bantuan dari keluarga seorang warga yang sedang sakit dan membutuhkan paspor untuk menjalani pengobatan di Kuching, Malaysia. Mengingat kondisi pasien yang tidak memungkinkan datang ke Kantor Imigrasi, tim Franciscus Sibarani kemudian memfasilitasi komunikasi dengan Kantor Imigrasi agar layanan dapat diberikan melalui mekanisme jemput bola.
Menindaklanjuti koordinasi tersebut, petugas Kantor Imigrasi mendatangi kediaman pasien untuk melakukan perekaman biometrik dan verifikasi dokumen melalui layanan *Eazy Passport*. Dengan demikian, seluruh proses pengurusan paspor dapat dilaksanakan tanpa harus membawa pasien ke Kantor Imigrasi.
Sibarani juga mengapresiasi respons cepat jajaran Kantor Imigrasi yang menindaklanjuti permohonan tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara penyelenggara pelayanan publik dan berbagai pihak menjadi kunci agar masyarakat dapat memperoleh akses layanan secara cepat dan tepat, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan khusus.
Melalui layanan jemput bola tersebut, proses perekaman biometrik dan verifikasi dokumen dapat dilakukan langsung di kediaman pasien tanpa harus datang ke Kantor Imigrasi. Langkah ini memberikan kemudahan bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas namun tetap memerlukan dokumen perjalanan untuk keperluan mendesak, termasuk menjalani pengobatan di luar negeri.
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 19, 2026BeritaRapat MKWK Polnep, Bahas Penyebaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum dan Permasalahan Mahasiswa
- Agustus 19, 2026BeritaPMP Kalbar Gelar Silaturahmi Bersama Kapolda, Siap Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
- Agustus 18, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Pemanfaatan Layanan Eazy Passport bagi Warga yang Sakit
- Agustus 16, 2026BeritaIMMSAH dan Dosen Agama Polnep Bahas Penguatan Mentoring, ISC, dan Literasi Al-Qur’an

