Masuki Bulan Rosario, Franciscus Sibarani: Tradisi Devosi Umat Katolik Kalbar adalah Sukacita Iman yang Terus Hidup

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Memasuki Oktober yang dikenal umat Katolik sebagai Bulan Rosario, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani, mengajak umat Katolik di Kalimantan Barat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperdalam kehidupan doa sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Baca juga:Franciscus Sibarani: Tujuh UU Baru Daerah Kalbar Harus Bermuara pada Pelayanan dan Pembangunan yang Lebih Baik

Bulan Oktober memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan umat Katolik. Sepanjang bulan ini, umat secara khusus menghidupi devosi kepada Bunda Maria melalui doa Rosario, baik secara pribadi, bersama keluarga maupun dalam komunitas, lingkungan dan paroki.

Di Kalimantan Barat, tradisi tersebut juga hidup dalam berbagai bentuk. Sejumlah paroki mengisi Bulan Rosario dengan doa bersama, perarakan, serta kegiatan umat sebagai ungkapan penghormatan dan devosi kepada Bunda Maria.

Tradisi itu antara lain hidup di Paroki Stella Maris Siantan, Pontianak Utara, yang pernah menggelar Long March dan pawai Devosi Rosario. Di Kabupaten Landak terdapat Paroki Mater Dolorosa Jelimpo, yang menaungi puluhan stasi dan menjadi salah satu pusat kehidupan umat Katolik di wilayah tersebut.

Baca juga:Di Tengah Era AI dan Modernitas, Franciscus Sibarani Apresiasi Kebersamaan Umat dalam Perayaan Santo Pelindung Lingkungan Santo Robertus Belarminus, Paroki Bunda Maria Jeruju

Sukacita serupa juga hidup di wilayah Keuskupan Ketapang. Paroki Santa Gemma Galgani–Katedral Ketapang memiliki tradisi membuka Bulan Rosario melalui perarakan patung Bunda Maria yang diiringi doa Rosario. Selain itu terdapat Paroki Santo Agustinus Payak Kumang, bersama paroki, stasi dan komunitas umat lainnya yang menghidupi devosi kepada Maria dalam kehidupan menggereja.

Sibarani melihat kekhasan tersebut sebagai gambaran bagaimana iman Katolik tumbuh dan terus diwariskan di tengah kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

“Bulan Rosario selalu mempunyai suasana tersendiri bagi kita umat Katolik. Ada keluarga yang berdoa bersama, ada umat yang berkumpul dari lingkungan dan stasi, bahkan di sejumlah tempat ada perarakan sebagai bentuk sukacita dan penghormatan kepada Bunda Maria. Tradisi seperti ini menunjukkan bahwa iman terus hidup di tengah umat,” ujar Sibarani.

Sebagai seorang Katolik, Sibarani mengatakan doa Rosario juga mengingatkan umat kepada keteladanan Bunda Maria dalam kesetiaan, kerendahan hati dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.

Baca juga:Dari Komitmen ke Aksi Nyata, Franciscus Sibarani Realisasikan 20 Ribu Masker dan 150 Oksigen untuk Kubu Raya

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk dihidupi di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini.

“Melalui Bunda Maria kita belajar tentang kesetiaan dan kerendahan hati. Kita juga belajar bahwa iman bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus hadir melalui cara kita memperlakukan keluarga, sesama dan orang-orang di sekitar kita,” katanya.

Sibarani berharap tradisi Bulan Rosario yang hidup hingga ke paroki, stasi dan lingkungan di berbagai pelosok Kalimantan Barat terus dijaga, terutama dengan melibatkan keluarga dan generasi muda.

Menurutnya, salah satu kekuatan kehidupan umat Katolik di Kalimantan Barat adalah kebersamaan. Jarak antarkampung maupun kondisi geografis tidak menghilangkan semangat umat untuk berkumpul, berdoa dan menjaga kehidupan menggereja.

Baca juga:Harga Pangan Melambung, PKC PMII Kalbar Minta Disperindag Bertindak

“Di kota kita melihat umat berkumpul di gereja, sementara di kampung-kampung umat juga berjalan dan berkumpul dari rumah ke rumah untuk berdoa Rosario. Ada sukacita dan kebersamaan yang tumbuh dari sana. Ini tradisi iman yang baik dan perlu terus diwariskan kepada anak-anak kita,” ujar Sibarani.

Ia juga mengajak umat menjadikan Bulan Rosario bukan hanya sebagai rangkaian kegiatan seremonial, tetapi momentum mendoakan keluarga, masyarakat, Kalimantan Barat dan bangsa Indonesia.

“Di setiap butir Rosario yang kita doakan, mari kita titipkan keluarga kita, orang-orang yang sedang sakit dan mengalami kesulitan, masyarakat Kalimantan Barat serta bangsa dan negara kita. Semoga melalui doa-doa yang sederhana itu, kita semakin dikuatkan untuk membawa kasih dan kedamaian bagi sesama,” katanya.

Sibarani turut menyampaikan selamat memasuki Bulan Rosario kepada seluruh umat Katolik di Kalimantan Barat.

“Selamat memasuki Bulan Rosario kepada seluruh umat Katolik di Kalimantan Barat. Mari kita jalani bulan ini dengan sukacita, memperkuat doa dalam keluarga dan komunitas, serta meneladani Bunda Maria dengan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Franciscus Sibarani.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 2 times, 2 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan