ZONA KALBAR – Kondisi Kabut asap melanda Kalbar. Hal ini menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap. Paparan asap dalam waktu lama dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kabut asap disarankan meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara semakin buruk.
Selain mengganggu jarak pandang, asap yang mengandung partikel halus dapat masuk ke saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki masalah pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
Asap Makin Tebal, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
Asap dan partikel pencemar di udara dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain batuk, tenggorokan terasa kering atau perih, mata berair, hidung tidak nyaman, hingga sesak napas.
Paparan dalam waktu lebih lama juga dapat memperburuk kondisi seseorang yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan.
Karena itu, ketika asap makin tebal, masyarakat sebaiknya tidak menganggap kondisi tersebut sebagai hal biasa.
7 Tips Menjaga Kesehatan Saat Kabut Asap
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap:
1. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Jika kondisi udara terlihat semakin berkabut atau berasap, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat seperti olahraga.
Jika harus keluar rumah, usahakan aktivitas dilakukan seperlunya dan tidak terlalu lama.
2. Gunakan Masker yang Tepat
Menggunakan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel dari udara yang tercemar. Pastikan masker terpasang dengan baik dan menutupi hidung serta mulut.
Untuk kondisi udara yang banyak mengandung partikel halus, masker yang memiliki kemampuan filtrasi partikel lebih baik dapat menjadi pilihan.
3. Tutup Pintu dan Jendela
Ketika asap dari luar mulai masuk ke dalam rumah, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar.
Jika menggunakan pendingin ruangan atau alat penyaring udara, pastikan perangkat tersebut dirawat dan digunakan sesuai petunjuk.
4. Perbanyak Minum Air
Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting ketika kondisi udara kurang baik. Minumlah air secara cukup dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus.
5. Hindari Merokok
Saat udara sudah tercemar asap, sebaiknya hindari aktivitas yang menghasilkan asap tambahan, termasuk merokok di dalam rumah.
Asap rokok dapat semakin menambah beban polusi udara di lingkungan sekitar.
6. Jaga Kondisi Anak-Anak
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kabut asap semakin tebal.
Batasi aktivitas bermain di luar rumah dan perhatikan apabila muncul keluhan seperti batuk terus-menerus, napas berbunyi, atau kesulitan bernapas.
7. Pantau Kualitas Udara
Masyarakat sebaiknya memantau informasi kualitas udara dan perkembangan kondisi asap dari sumber resmi.
Jika kualitas udara memburuk, pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Jangan mengabaikan gejala yang semakin berat akibat paparan asap.
Segera cari pertolongan medis apabila mengalami kesulitan bernapas, sesak yang berat, nyeri dada, kondisi tubuh semakin lemah, atau keluhan kesehatan yang tidak membaik.
Terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan, penanganan lebih cepat penting dilakukan apabila muncul gejala serius.
Asap Makin Tebal, Masyarakat Diminta Waspada
Kondisi asap makin tebal bukan hanya persoalan jarak pandang, tetapi juga dapat menjadi masalah kesehatan apabila masyarakat terus terpapar udara tercemar.
Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, menjaga ventilasi dan kualitas udara di dalam rumah, serta memantau informasi kualitas udara merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Masyarakat juga perlu saling mengingatkan agar kelompok rentan mendapatkan perlindungan lebih baik selama kondisi kabut asap berlangsung.
Tetap waspada, jaga kesehatan, dan utamakan keselamatan ketika kualitas udara memburuk.
Baca juga: Layanan Pengaduan WhatsApp Pemkot Pontianak Mempermudah Akses Warga
Baca juga: Sikap Kemanusiaan: Malam Pergantian Tahun Baru Tanpa Pesta Kembang Api
Baca juga: Kabut Asap Menyelimuti Pontianak, Wali Kota Imbau Waspada ISPA
Penulis


- Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
- Agustus 10, 2026PontianakKabut Asap Melanda Kalbar, Jangan Panik! Ini 7 Cara Jaga Kesehatan
- Agustus 10, 2026BeritaSMK Pancasila Jalani Akreditasi Sekolah, Wujudkan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
- Agustus 6, 2026BeritaFranciscus Sibarani Dorong Perluasan Akses Pendidikan sebagai Upaya Cegah Pernikahan Dini di Kalbar
- Agustus 6, 2026BeritaFasilitasi Kuliah ke Tiongkok, Franciscus Sibarani Ajak Orang Tua Dukung Pendidikan Anak

