Franciscus Sibarani Libatkan BEM FH Untan di P5HAM: Mahasiswa Harus Diberi Ruang Belajar Lewat Pengalaman

PONTIANAK, ZONAKALBAR.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan bersama Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bertema Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi P5HAM di Pontianak.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura pada 10 September 2026 tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (BEM FH Untan) dilibatkan sebagai bagian dari panitia pelaksana.

Bagi Sibarani, mahasiswa tidak harus selalu ditempatkan sebagai peserta dalam sebuah kegiatan. Mereka juga perlu diberikan kepercayaan untuk mengambil peran dalam proses pelaksanaan agar memperoleh pengalaman yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran di ruang kuliah.

“Saya ingin mahasiswa tidak selalu hanya datang, duduk dan menjadi peserta. Mereka harus diberi ruang untuk ikut bekerja, mengelola kegiatan, berkomunikasi dengan banyak pihak dan belajar bertanggung jawab. Pengalaman seperti ini penting untuk proses mereka bertumbuh,” ujar Sibarani.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sebagai pelaksana dapat menjadi ruang belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, koordinasi, manajemen kegiatan, kerja sama serta penyelesaian persoalan di lapangan.

Sibarani menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum nantinya masuk ke dunia kerja maupun mengambil peran yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Tidak semua pelajaran didapat dari buku atau ruang kelas. Ada banyak hal yang baru bisa dipahami ketika seseorang diberikan kepercayaan untuk terlibat langsung. Karena itu, saya senang BEM FH Untan bisa mengambil bagian sebagai pelaksana dalam kegiatan ini,” katanya.

Memberi Kepercayaan kepada Mahasiswa

Menurut Sibarani, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bersama Komisi XIII DPR RI dan Kementerian HAM juga membuka kesempatan bagi mereka untuk melihat lebih dekat bagaimana sebuah kegiatan publik disiapkan dan dilaksanakan.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh materi mengenai Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM), tetapi juga mendapatkan pengalaman organisasi dan interaksi dengan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga negara.

“Kalau kita ingin anak-anak muda memiliki kemampuan memimpin, kita juga harus berani memberikan mereka kepercayaan. Jangan menunggu mereka selesai kuliah baru diberikan ruang. Dari sekarang mereka harus punya kesempatan untuk mencoba, belajar dan mengambil tanggung jawab,” tegas Sibarani.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa semacam ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja.

Menurutnya, semakin sering mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, pemerintahan, pendidikan maupun kemasyarakatan, semakin banyak pula pengalaman yang dapat menjadi bekal mereka ke depan.

P5HAM Sekaligus Menjadi Ruang Belajar

Kegiatan P5HAM tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa yang terlibat langsung sebagai pelaksana.

Bagi Sibarani, pendekatan seperti ini penting karena generasi muda tidak cukup hanya memahami suatu persoalan dari sisi teori. Mereka juga perlu mengetahui bagaimana sebuah gagasan diterjemahkan menjadi kegiatan nyata.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya memahami HAM secara teori, tetapi juga belajar bagaimana membangun komunikasi, bekerja sama dan menghadirkan sebuah kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Itu bagian dari pendidikan juga,” ujarnya.

Sibarani berharap semakin banyak kegiatan pemerintah maupun lembaga negara yang dapat membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa.

Menurutnya, melibatkan mahasiswa sejak proses pelaksanaan juga menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas generasi muda.

“Memberikan kesempatan kepada mahasiswa berarti memberikan mereka ruang untuk tumbuh. Mungkin hari ini mereka menjadi panitia sebuah kegiatan, tetapi dari proses seperti inilah keberanian, kemampuan bekerja sama dan jiwa kepemimpinan mulai terbentuk,” kata Sibarani.

Melalui keterlibatan BEM FH Untan dalam kegiatan P5HAM, Sibarani ingin mendorong satu pesan penting: mahasiswa jangan hanya diberikan tempat untuk hadir, tetapi juga kepercayaan untuk mengambil peran.

Penulis

Kang Rois
Kang Rois
Rois Saman merupakan penulis dan editor di Zonakalbar.com yang aktif mengulas berbagai isu, mulai dari berita daerah Kalimantan Barat, politik, pemerintahan, olahraga, pendidikan, hingga informasi publik. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan keberimbangan informasi, Rois Saman berkomitmen menghadirkan berita yang terpercaya, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Zonakalbar.com, ia turut berkontribusi menyajikan informasi terkini yang relevan bagi pembaca di Kalimantan Barat maupun Indonesia.
Visited 2 times, 2 visit(s) today
Ringkasan Konten

Tinggalkan Balasan